Pameran Ekraf Wadah Kreativitas dan Budaya Masyarakat Kei

  • 23 Okt 2025 14:51 WIB
  •  Tual

KBRN, Langgur: Pameran Ekonomi Kreatif (Ekraf) di Pantai Ngursarnadan, Ohoi Ohoililir, bukan sekadar ajang promosi produk lokal, tetapi juga perayaan identitas dan semangat masyarakat Kei yang kaya nilai gotong royong dan budaya. Melalui kegiatan ini, kreativitas dan kebanggaan terhadap produk lokal berpadu dalam satu panggung yang menampilkan jati diri masyarakat Maluku Tenggara di hadapan publik dari berbagai daerah, Rabu (23/10/2025).

Pantai Ngursarnadan yang terkenal dengan pesonanya berubah menjadi galeri terbuka penuh warna, menampilkan hasil karya para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), seniman, dan komunitas kreatif dari berbagai ohoi (desa). Setiap stan bukan hanya memamerkan produk, tetapi juga membawa kisah dan nilai budaya yang hidup dalam keseharian masyarakat Kei.

Wakil Bupati Maluku Tenggara, Carlos Viali Rahantoknam, yang membacakan sambutan Bupati Muhamad Thaher Hanubun, menegaskan pameran Ekraf merupakan simbol kebangkitan ekonomi dan budaya daerah. Gotong royong serta rasa bangga terhadap produk dan karya sendiri menjadi modal penting untuk memajukan sektor ekonomi kreatif.

“Ini adalah panggung bagi semua pelaku ekonomi kreatif untuk memperkenalkan hasil karyanya dan menunjukkan bahwa kita bisa bersaing, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional,” ujar Viali.

Menurut Viali, semangat kebersamaan yang tercermin dalam kegiatan ini memperlihatkan kreativitas masyarakat Kei tidak terlepas dari nilai-nilai budaya yang diwariskan turun-temurun. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung para pelaku usaha melalui program pelatihan, promosi, dan pendampingan agar semakin mandiri dan inovatif.

Viali menambahkan, Pameran Ekraf menjadi bukti nyata pengembangan ekonomi lokal dapat berjalan seiring dengan pelestarian budaya. Ia berharap kegiatan seperti ini terus menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk mencintai, mengembangkan, dan memperkenalkan kearifan lokal kepada dunia.

“Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Maluku Tenggara bukan hanya indah dari sisi alamnya, tetapi juga kaya inovasi dan kreativitas warganya,” ucap Viali.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal pembukaan, dengan ratusan pengunjung memadati area pantai untuk menikmati berbagai produk kreatif dan atraksi budaya. Pameran Ekraf pun menjadi ruang kolaboratif yang mempertemukan tradisi, inovasi, dan semangat baru dalam menggerakkan ekonomi berbasis budaya di Kepulauan Kei.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....