Limbah Bekas Disulap Jadi Uang

  • 24 Jan 2025 08:20 WIB
  •  Tual

KBRN, Langgur: Tak semua orang memanfaatkan limbah menjadi sesuatu yang bernilai guna, namun bapak Emanuel Mayabubun asal Desa Letvuan, kecamatan Hoat Sorbay, kabupaten Maluku Tenggara Provinsi Maluku ini, kreatif dalam mengolah limbah ban bekas menjadi sandal jepit.

Pemanfaatan limbah tersebut, selain menjadi ramah lingkungan juga memberi peluang usaha yang menjanjikan.

Sewaktu berkunjung ke rumahnya yang letaknya di tengah kampung letvuan dan memiliki banyak tanaman yang bermanfaat yang dapat memberikan keindahan tersendiri seperti bunga, dan tanaman jeruk dan tanaman lainya yang tak jauh dari bangunan rumahnya dimanfaatkan untuk kesehatan keluarga.

Bapa Emanuel betutur bahwa awalnya ketika pulang dari tanah rantau ia selalu ke kebun dengan menggunakan sandal jepit, namun tak bertahan lama karena selalu saja rusak, maka Bapa Emanuel yang kebetulan tetangga rumahnya memiliki banyak limbah ban bekas, akhirnya memanfaatkan ban bekas tersebut dan mengolah menjadi sandal jepit yang kemudian dirinya menggunakan untuk pertama kalinya dan bertahan lama.

Ungkap Bapa Emanuel, pekerjaan memotong Ban bekas memang membutuhkan pisau yang tajam, dan tenaga yang kuat, kreatif dan harus berhati-hati dalam berproses, agar hasilnya juga berkualitas. Perajin ini hanya berdasarkan otodidak dan mempraktekannya di rumah dan digunakan oleh keluarga sendiri, menurut bapa emanuel, karena cantik dan kuat sandal tersebut, maka mulai dilirik oleh tetangga bahkan bebrapa orang dari kampungnya untuk membeli.

Dengan bermodal pisau, jarum dan benang bapa emanuel mulai menjawab permintaan saudara saudarinya yang sekampung, dan hasil jualanya bisa menjawab ekonomi keluarga bahkan di borong untuk dipajang saat kegiatan paradise ohoi letvuan tahun 2024 lalu.

"Beta buat sandal jepit dari ban bekas ini, hanya dengan modal pisau harus tajam, dengan jarum dan benang, kemudian kalau mulai ptong ban itu harus kita hati hati karena ban ini kan keras jadi harus hati hati sekali kalai tidak tangan kita kena pisau lagi jadi harus hati hati, dan hasil yang beta buat ini ada berapa skali itu panitia paradise letvuan su ambim semua untuk dong taru di pameran baru baru ini."

Menurut Bapa emanuel bahwa ingin membesarkan usaha sandal jepit dari ban bekas agar bisa memperbaiki ekonomi keluarga, namun masih diperhadapkan dengan modal yang kecil, sehingga dirinya berharap ada perhatian pemerintah baik dari desa maupun dari pemerintah daerah sehingga usahanya semakin maju, apalagi dirinya ingin mengajarkan apa yang dimilikinya kepada generasi muda agar kelak bisa melanjutkan karya baik ini demi kelangsungan hidup keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....