Pangkas Rambut, Ladang Rezeki di Tanah Rantau
- 06 Jan 2025 10:59 WIB
- Tual
KBRN, Tual: Siapa yang tidak pernah ke tukang pangkas rambut? tidak terkecuali para ibu yang mengantar anak lelakinya cukur rambut pastinya. Sebelum hadirnya barber shop, tukang pangkas rambut sudah terlebih dahulu hadir. Namun ditengah gempuran barber shop dengan gaya kekinian, tukang cukur masih jadi pilihan masyarakat kelas menengah ke bawah dan masih menjadi idola langganan bapak-bapak sepuh yang memiliki ikatan emosional tersendiri.
Saat jalan-jalan di kota tual, rri.co.id mendatangi pangkas rambut madura, berbincang dengan salah satu tukang cukur yang sudah bekerja disini selama 2 tahun 7 bulan bernama Alan. Mari kita ikuti wawancaranya.
Selama dua tahun merantau ke kota kecil ini, bagaimana perasaan mas alan disini?
"Yang pasti selama saya disini kan ikut paman saya mbak, saya asal pamengkasan, madura. Disana rata-rata kami berprofesi sebagai petani dan tukang cukur. Diajak kesini sama paman karena saya sudah bisa mencukur rambut. 2 tahun lebih disini, terasa asing, rindu rumah tetapi banyak kenalan dan mulai bisa beradaptasi."
Bagaimana dengan kehidupan sosialnya? Katanya mas alan sudah bisa beradaptasi?
"Memang cukup berat mbak hidup disini, selain bahasa yang berbeda, watak dan sikap orang pun berbeda, tetapi ini dalam artian positif mbak. Disini orangnya bersuara lantang tetapi berhati baik, mereka cepat akrab dengan orang dan sangat terbuka untuk menerima pendatang, tidak seperti beberapa daerah di wilayah timur yang saya dengar rumornya. Disini saya dan saudara-saudara sesama pendatang mudah berbaur dengan masyarakatnya. Kenal saat cukur rambut saja mbak, kami bisa jadi sedulur (saudara)."
Lalu bagaimana dengan pendapatan dari hasil pangkas rambut ini?
"Ini sangat lumayan mbak. Wilayah timur ini kan beda ya mbak, harga untuk pangkas rambutpun berbeda tentunya dengan di wilayah jawa sana. Disana sekali cukur hanya dikenakan tarif Rp.5.000,- sementara disini mbak, rata-rata harganya Rp.25.000,- untuk anak-anak dan Rp.30.000,- untuk dewasa. Ada lagi untuk cukuran kumis dikenakan biaya tambahan Rp.10.000,- kalau dijawa mbak, semua sepaket itu Rp.5.000,- pastinya disini lebih menguntungkan dan sekalipun diimbangi dengan harga makanan dan kebutuhan lainnya yang juga tinggi, tetapi tetap saja ada untungnya."
Keuntungan yang didapat sudah dibuat jadi apa saja mas?
"Kalau untuk saya pribadi sih mbak, saya sudah bisa ngirim orang tua di madura tiap bulan, udah bisa memperbaiki rumah yang lebih layak dan sudah bisa kebeli sepeda motor untuk digunakan orang tua di kampung. Bersyukur sekali karena niat merantau memang untuk membantu orang tua, maka Allah SWT membuka jalannya dengan memberikan pekerjaan disini."
Berarti ada kemungkinan masih akan terus mencari nafkah disini ya mas alan?
"Insya Allah mbak saya masih mau disini. Ini malah rencananya keluarga mau saya boyong kesini untuk buka usaha makanan warung dulu, karena disini saya melihatnya tingkat konsumsi masyarakatnya cukup tinggi, warung padang dan masakan jawa sangat digemari disini. Lumayan untuk membuka jalan rezeki yang lain kan mbak."
Yang terakhir mas alan, sebagai anak muda yang sudah merantau jauh dari kampung halaman, ada pesan untuk anak muda lainnya?
"Wah saya jadi tersanjung mbak, saya hanya tamatan SMA malah dimintai pesan untuk anak muda lainnya. Saya hanya ingin menyampaikan, di jaman yang saat ini sudah mengutamakan kecakapan, sebagai generasi muda yang semangatnya masih membara, pergunakanlah waktu kita sebaik-baiknya. Jika memiliki pendidikan yang tinggi, jangan berharap dan menunggu sesuai harapan tetapu berusahalah untuk menggapainya. Jika hanya tamatan SMA seperti saya, kerja apa saja yang penting halal dan bisa kalian kerjakan dengan cakap dan baik, jika memiliki pendidikan yang tinggi, mulailah langkah perubahanmu sekarang, jika belum lulus tes ditempat yang kamu idamkan, maka berusahalah untuk menciptakan kesempatan itu."
Wah pesan yang sangat memotivasi ya mas alan. Terima kasih untuk waktunya sore ini, semoga bisa membuka wawasan dan memotivasi generasi muda lainnya ya mas.
"Sama-sama mbak, terima kasih juga sudah mewawancari saya disini.
Tukang pangkas rambut alias tukang cukur, menjadi salah satu orang yang paling dicari dan diharapkan kehadirannya, karena kalau sampai tidak ada tukang cukur, bisa dibayangkan bagaimana jadinya penampilan orang-orang. Selain menjadi ladang rejeki, tukang cukur juga menjalani profesinya dengan kata-kata klasik, Jika kamu tidak bisa memercayai tukang cukurmu, siapa yang bisa kamu percayai?"
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....