Wakil Ketua DPRD Aru Kawal Rencana Investasi Haji Isam

  • 03 Agt 2026 09:44 WIB
  •  Tual

KBRN, Tual – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kepulauan Aru, Udin Belsigaway, mengatakan kunjungan pengusaha Haji Isam ke Kecamatan Aru Selatan bertujuan meninjau lokasi rencana investasi di Desa Fafjetur sekaligus berdialog dengan masyarakat mengenai rencana pengembangan usaha tersebut.

Kepada RRI.co.id di Café Gospel, Sabtu (1/8/2026), Udin menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya dari pihak perusahaan, terdapat sekitar sembilan poin aspirasi masyarakat yang menjadi perhatian sebelum investasi direalisasikan.

Salah satu aspirasi utama adalah permintaan agar tenaga kerja yang direkrut berasal dari masyarakat asli setempat. Menurut Udin, Haji Isam menyampaikan bahwa perusahaan belum dapat memenuhi perekrutan tenaga kerja lokal hingga 100 persen pada tahap awal. Namun, dalam jangka waktu lima hingga enam tahun ke depan, perusahaan berkomitmen meningkatkan keterlibatan masyarakat lokal sehingga dapat menjadi tenaga kerja yang dominan.

Udin mengaku sempat bertemu Haji Isam di Bandara Rar Gwamar Dobo sebelum rombongan bertolak ke Aru Selatan. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan DPRD memiliki fungsi pengawasan terhadap setiap rencana investasi yang masuk ke Kabupaten Kepulauan Aru.

"DPRD memiliki mekanisme sendiri. Kami akan memanggil pihak perusahaan melalui rapat dengar pendapat agar seluruh proses investasi dilakukan secara terbuka dan masyarakat mengetahui manfaat yang akan diperoleh," ujarnya.

Selain membahas tenaga kerja, Udin mengatakan Haji Isam juga menawarkan dua skema pengembangan usaha peternakan sapi. Skema pertama, perusahaan mengelola peternakan, sementara masyarakat memasok kebutuhan pakan. Skema kedua, masyarakat diberi kesempatan memelihara sapi milik perusahaan yang selanjutnya akan dibeli kembali oleh perusahaan.

Terkait jadwal dimulainya investasi, Udin menyebut hingga kini belum ada kepastian. Ia memperkirakan setelah kunjungan ke Kepulauan Aru berakhir, perusahaan akan kembali melakukan sosialisasi dan dialog dengan masyarakat sebelum memasuki tahap operasional.

Mengenai respons warga Desa Fafjetur, Udin mengaku tidak ikut dalam rombongan kunjungan. Namun, berdasarkan kunjungannya bersama Bupati Kepulauan Aru sebelumnya, antusiasme masyarakat terhadap rencana investasi dinilai cukup tinggi.

"Kalau masyarakat menerima investasi, DPRD akan mengawal seluruh persyaratan yang menjadi kepentingan masyarakat," katanya.

Ia juga menyampaikan informasi bahwa setelah menyelesaikan kunjungan di Kepulauan Aru, Haji Isam bersama rombongan dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Merauke, Papua.

Menanggapi adanya spanduk penolakan terhadap Haji Isam di sejumlah lokasi, Udin menilai hal tersebut merupakan bagian dari kebebasan menyampaikan pendapat dalam negara demokrasi. Meski demikian, ia menegaskan seluruh proses investasi harus dilakukan secara terbuka agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai manfaat maupun dampaknya.

Di akhir keterangannya, Udin mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menyimpulkan rencana investasi tersebut karena seluruh proses masih berada pada tahap awal dan akan melalui berbagai mekanisme, termasuk pembahasan bersama DPRD.

"DPRD akan memanggil pihak perusahaan untuk menjelaskan seluruh rencana investasi, manfaat bagi masyarakat lokal, serta berbagai ketentuan yang akan diterapkan. Kami diberi amanah oleh masyarakat untuk mengawal aspirasi rakyat, sehingga seluruh proses harus berjalan secara transparan dan sesuai mekanisme," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....