Bekerja Tidak Harus Punya Ijazah Tinggi

  • 28 Apr 2026 12:04 WIB
  •  Tual
Poin Utama
  • Membuka usaha dagang sendiri menjadi salah satu pilihan yang tepat

RRI.CO.ID, Tual - Pandangan bahwa mencari kerja tidak harus menunggu ijazah tinggi, tapi cukup dengan keahlian (skill), kini semakin relevan di dunia kerja yang dinamis. Banyak perusahaan, terutama di sektor kreatif dan teknologi, lebih memprioritaskan portofolio, sertifikasi, dan kemampuan praktis dibandingkan gelar akademik.

Pada umumnya, salah satu mendaftar pekerjaan adalah menggunakan ijazah. Sayangnya, tentu tak semua orang memiliki ijazah karena beberapa alasan. Syarat memiliki ijazah untuk mendaftar kerja tentu menyulitkan orang-orang yang tidak memiliki ijazah tinggi.

Membuka usaha dagang sendiri menjadi salah satu pilihan yang tepat bagi sebagaian orang yang tidak memiliki ijazah.Usaha sendiri tentu saja bisa dikerjakan dengan sangat fleksibel bahkan sesuka hati tetapi tetap dengan tanggung jawab.

Suci yati seorang pedagang kuliner khas daerah bugis sekaligus reseller kosmetik di pasar Tual. Saat ditanya senin (27/4/2026) mengapa lebih memilih jadi pedagang ketimbang kerja di kantoran atau di perusahaan, dia menjawab tidak memiliki latarbelakang pendidikan yang tinggi melainkan hanya lulusan SMP.

Meskipun tidak bekerja di kantoran atau di perusahaan yang mengharuskan punya ijazah yang tinggi dan skill yang bagus, dia sangat bersyukur memiliki usaha sendiri sekaligus menjadi reseller kosmetik walaupun dalam skala kecil. Namun dia bisa memenuhi kebetuhan keluarga dan menyekolahkan anaknya ke perguruan tinggi.

Kata Sucu yati, punya usaha sendiri merupakan pekerjaan yang bebas tanpa harus terikat dengan aturan dan juga syarat perusahaan atau kantoran, terlebih dirinya tidak memiliki ijazah tinggi sebagai syarat mutlak. Akan tetapi, usaha sendiri tentu memerlukan modal untuk memulainya walaupun dengan jumlah kecil.

“Dengan membuka usaha sendiri, saya sudah bersyukur banget tanpa harus jadi pegawai kantoran apalagi saya tidak punya ijazah hanya lulusan SMP.” Tutur Suci Yati

Suci Yati menambahkan, sudah 10 tahun dia berjualan kuliner khas bugis seperti Barongko (pisang halus kukus), Nasu Likku (ayam bumbu lengkuas), Kapurung (sagu sayur), Buras (lontong santan), serta aneka kue seperti Sanggara Balanda dan Bolu Peca.

Diakui suci Yati, usahanya tersebut cukup lumayan walaupum omset setiap harinya tidak menentu berkisar RP.300,000 – Rp.500.000, ditambah lagi penghasilan dari penjualan kosmetik baik secara online maupun offline cukup menunjang ekonomi keluarga.

Suci yati pun memberikan saran kepada orang lain yang masih bingung mencari pekerjaan namun belum diperoleh agar mengikuti langkahnya untuk membuka usaha sendiri atau menjadi reseller produk apa saja, berjualan makanan atau minuman, baik secara online maupun membuka kios/lapak.

“ Jika Anda memiliki skill tertentu, misalnya skill fotografi, membuka jasa sebagai fotografer atau jadi konten kreator dan masih banyak lagi usaha sendiri yang bisa dilakukan meski tanpa ijazah.” Saran Suci yati

Jika Anda tidak memiliki modal cukup untuk membuka usaha sendiri, anda bisa mencoba menjadi reseller. Pada dasarnya, reseller juga sama-sama berdagang atau menjual dagangan. Akan tetapi, modalnya tidak perlu besar. Anda hanya perlu membantu dan meneruskan bisnis jualan orang lain.

Kemudian anda bisa membantu menjualkannya dan mengambil untung dari situ, atau bahkan jika tidak memiliki modal anda bisa mendapatkan komisi dari hasil penjualan anda setelah membantu jualan orang lain laku.Saat ini, menjadi reseller dirasa sangat menjanjikan karena berbagai kemudahan yang bisa didapatkan. Apalagi jika ikut menjadi reseller kosmetik. Sebab, kosmetik sebagian banyak menjadi kebutuhan dasar kaum hawa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....