Stok Ikan Puri Kering di Tual Stabil
- 29 Mar 2026 21:10 WIB
- Tual
Poin Utama
- Saat kondisi alam tidak bersahabat, para nelayan terpaksa bekerja semakin keras
RRI.CO.ID Tual - Harga ikan teri asin di sentra produksi ikan teri di Fiditan Kota Tual, tetap stabil meskipun produksi ikan teri mengalami penurunan disebabkan sejumlah faktor dan cuaca alam yang tidak menentu.
Saat kondisi alam tidak bersahabat, para nelayan terpaksa bekerja semakin keras. Mereka harus melaut berhari-hari untuk mengumpulkan ikan, kadang mereka terpaksa menginap di pulau-pulau, jauh dari rumah karena kondisi cuaca cepat berubah.
Setelah beberapa hari melaut, nelayan pun acap kali harus pulang dengan hasil tak sepadan. ”Kalau cuaca buruk seperti ini terus, penghasilan mereka juga tidak tentu, paling hanya dapat uang sekitar Rp 200.000 setelah beberapa hari melaut,” kata Harun Usman
Jika cuaca semakin buruk dan ombak makin ganas, nelayan terpaksa libur melaut beberapa hari. Jika dipaksakan tetap berangkat melaut, nelayan justru bisa merugi keselamatan mereka juga terancam.
Demikian dipaparkan Pengusaha Ikan Teri Asin di Fiditan Kota Tual, Harun Usman saat ditemuai di tempat usahanya minggu ( 29/3/2026), ia mengatakan meski proses pembuatan ikan teri asin tidaklah mudah disaat musim penghujan seperti ini apalagi harus melalui tahapan-tahapan.
Meskipun kondisi alam belum stabil namun penyediaan stok ikan teri kering di tempatnya tetap stabil dikarenakan sebagaian besar nelayan tetap melaut dan menjual hasil laut pada perusahaannya. Kata Harun Usman, harga ikan teri yang mahal disebabkan oleh beberapa faktor, yakni proses pengolahan yang rumit (penggaraman, perebusan dan pengeringan), cuaca yang tidak bersahabat yang menghambat proses penjemuran dan variasi tangkapan ikan teri.
Selain itu, kata Harun Usman permintaan pasar yang tinggi, terutama pasca ramadhan juga bisa menjadi pemicu kenaikan harga. Kendati demikian dia tetap mempertimbangkan ekonomi masyarakat sehingga mematok harga normal sesuai jenis ikan teri masing-masing, harga tertinggi RP. 60.000 / kg adalah jenis Teri Kaca.
“Ikan teri harus melalui beberapa tahapan pengolahan, mulai dari penggaraman untuk menghilangkan kelembapan, perebusan untuk menghilangkan rasa pahit, hingga pengeringan agar ikan menjadi kering dan awet.
Proses ini membutuhkan waktu dan tenaga, sehingga menambah biaya produksi dan akhirnya harga jual menjadi lebih mahal.” Tetapi saya harus pertimbangkan ekonomi masyarakat jadi tetap jual dengan harga normal saja sesuai jenis ikan teri masing-masing.” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....