Tetap Pertahankan Harga Normal Menghindari Harga Obral

  • 29 Jan 2026 14:39 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Tual - Filosofi mempertahankan harga meskipun barang mendekati masa kedaluwarsa atau busuk bertujuan untuk menjaga citra jenis barang agar mencegah rusaknya harga pasar di mata konsumen dan pedagang lainnya.

Tindakan penjual pisang yang tetap mempertahankan harga normal meskipun barang hampir busuk dengan tujuan selain menghindari kerugian modal juga mendidik konsumen agar tidak berharap harga obral merupakan strategi psikologi harga dan manajemen perilaku pelanggan.

Demikian diterapkan pedagang pisang di pasar Tual, Ibu Ani,tetap pertahankan metode penjualan untuk menghindari kerugian modal sekaligus mendidik konsumen/pembeli agar tidak terbiasa dengan harga obral meskipun barangnya sudah terlalu masak dan mendekati kerusakan.

Saat ditemui rri.co.id kamis (29/1/2026)Kata ibu Ani, jika barang dagangannya telah busuk atau tidak layak dijual belikan lagi, maka dia akan membuangnya saja. Beragam jenis pisang yang dipajang pada lapak dagangannya dengan tarif harga bervariatif. Konsumen bisa membeli seseuai selera dan sesuai kemampuan tanpa harus berharap ada harga obral.

“Walaupun pisang keadaan sudah terlalu masak begini, tetap harga normal tidak kasih harga obral, dan kalau sudah busuk atau tidak layak lagi dijual ya dibuang saja.” Ujar ibu Ani

Tak dapat dipungkiri dalam berbisnis, pastinya akan selalu menjumpai persaingan harga, termasuk persaingan jualan pisang. Terkadang juga membuat sebagian orang merasa ragu untuk mulai berbisnis.

Terjadinya perang harga karena semakin banyak pebisnis baru yang masuk ke lingkup pasar, hingga akhirnya dapat menyebabkan persaingan pasar semakin berat. Selain itu, akibat jumlah barang dari pasar yang diperebutkan konsumen semakin kecil.

Rekomendasi Berita