Produksi Teri Asin Di Kota Tual Menurun

  • 19 Jul 2025 11:29 WIB
  •  Tual

KBRN, Langgur: Beberapa bulan terakhir produksi ikan di desa Fiditan Tual menurun drastis, hal ini di sebabkan curah hujan yang cukup tinggi dan angin kencang sehingga banyak nelayan yang tidak melaut dan kalaupun melaut produksinya tidak seperti biasanya diwaktu musim panas.

Demikian disampaikan pengusaha ikan teri kering di desa Fiditan kota Tual Harun Usman pada hari Sabtu ( 19/7/2025 ). Memasuki tahun 2025 produksi ikan teri kering menurun disebabkan curah hujan yang cukup tinggi sehingga mengalami kesulitan pada proses pengeringan yang membutuhkan sinar matahari yang maksimal.

Meskipun curah hujan cukup tinggi namun pasokan ikan teri dari nelayan masih bisa memenuhi permintaan pasar lokal seperti Tual dan Langgur . Ketika para nelayan menjual ikan teri segar kepadanya, namun Harun Usman membatasi pembelian dengan pertimbangan cuaca hujan extrem.

“Meskipun masih terjadi hujan extrem, tapi pasokan ikan dari nelayan tetap ada meskipun tidak sebanyak pada saat cuaca stabil karena mereka tetap melaut jika kondisi alam bersahabat, ketika mereka datang menjual ke saya, saya harus pertimbangkan cuaca, jika lagi ada sinar matahari saya membelinya tidak sampai separuh yang dijual sama mereka, saya juga tidak mau rugi jika ikan yang saya sudah beli namun tidak bisa proses pengeringan ” tuturnya.

Kendati demikian, diakui Harun Usman permintaan pasar diluar daerah masih sangat tinggi seperti pulau Jawa, Sulawesi, papua, NTT dan NTB . Ia pun masih konsisten mengirimkan ikan teri kering ke pulau-pulau tersebut walaupun tidak sesuai orderan.

Lebih lanjut Harun Usman Mengatakan, disaat musim hujan seperti saat ini pelanggan dari Jawa Timur, Makassar, NTB, NTT dan Papua justru permintaan membludak dalam jumlah yang banyak, namun permintaan pelanggan tersebut sering tidak bisa dipenuhi sesuai jumlah permintaan mereka karena harus menyesuaikan stok yang ada. Sedangkan pada waktu musim panas selalu bisa memenuhi orderan mereka yang berton-ton pada setiap kali orderan.

Harun Usman pun menjelaskan, untuk pengiriman ke pulau Sulawesi, Jawa dan Papua tetap konsisten dua kali sebulan sedangkan pengiriman ke NTT dan NTB sekali sebulan disebabkan terkendalan transportasi. Ditanya perihal harga saat musim hujan dan musim panas, dia menjawab tetap sama tidak ada perbedaan harga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....