Harga Cabe Lokal Di Pasar Capai 200 Ribu

  • 11 Jun 2025 15:18 WIB
  •  Tual

KBRN, Langgur: Harga cabe lokal meningkat tajam dalam beberapa bulan terakhir, sehingga mempengaruhi ketersediaan komoditi ini di pasar. Pantauan RRI di pasar Langgur Maluku Tenggara pada Rabu pagi (11/06/2025), sejumlah pedagang memilih menjual Cabe import, karena harga yang cukup terjangkau.

Ibu Sinta Ngoranubun selaku pedagang sayur dan rempah di pasar Langgur mengatakan, dirinya memilih cabe dari luar daerah, yang didapatkan dengan harga Rp. 100.000,- (Seratus Ribu Rupiah) per Kilogram, yang selanjutnya dijual dengan dengan harga Rp. 150.000 (Seratus Lima Puluh Ribu Rupiah). Hal sama disampaikan oleh pedagang lainnya Ibu Uli Setitit, yang mengungkapkan dapat menjangkau harga Cabe dari luar daerah, sekaligus memberi sedikit keuntungan sebagaimana yang diharapkan.

“Mama Sinta Ngoranubun, cabe rawit katong ambil seratus, katong jual seratus lima puluh. Ini oriduk luar, karena yang di sini, Cili padi 1 kilo saja dua ratus ribu. Yang kami dapat ini juga dari tangan kedua. Mama Uli Setitit, sudah sekitar 6 bulan ini, kami beli Cili dari Bula, seratus ribu satu kilo, baik Cabe rawit maupun Cabe keriting. Jadi jualnya sepuluh ribu per tumpuk, biar dapat untuk sedikit”, kata Ibu Sinta dan Ibu Uli.

Sementara itu, pedagang lainnya memilih tetap menjual Cabe lokal yang didapatkan dari petani di daerah ini. Hal tersebut diungkapkan Delin Labetubun, yang mengaku dapatkan Cabe rawit produk lokal dengan harga Rp. 190.000,- (Seratus Sembilan Puluh Ribu Rupiah) per Kilogram.

“Delin Labetubun, ini Cili dari petani di sini, harganya seratus sembilan puluh 1 kilo. Harga yang naik ini sudah sekitar 2 atau 3 bulan ini, tapi karena kebutuhan jadi beli saja”, kata Delin.

Naiknya harga Cabe lokal ini membuat ketersediaannya di pasar juga minim, bila dibanding dengan stok Cabe dari luar daerah. Sekalipun demikian, para pedagang mengaku tetap berusaha mendapatkan bahan kebutuhan pokok ini, guna mendukung kesinambungan usaha yang digeluti.

Walaupun harga yang cukup tinggi, namun tidak menyurutkan niat untuk membeli bahan pangan tersebut. Hal ini terbukti dengan berdatangannya pembeli di tempat jualan para pedagang, baik yang menjual Cabe import maupun penjual Cabe lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....