Empat Tahun Menumpang, SMK Kasih Theresia Kini Punya Gedung Sendiri

  • 07 Sep 2026 06:59 WIB
  •  Langgur

RRI.CO.ID, Langgur – Selama hampir lima tahun, siswa dan guru SMK Kasih Theresia Ohoi Bombay, Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara, harus berbagi ruang dengan SMP Negeri 7 Kei Besar. Kini, sekolah yang berdiri sejak 2021 itu akhirnya memiliki gedung sendiri setelah mendapat dukungan melalui Program Revitalisasi SMK Tahun 2026.

Kepala SMK Kasih Theresia, Agrapina Sangur, mengatakan memiliki gedung sendiri sudah lama menjadi harapan sekolah. Awal 2026, pihak sekolah bahkan menetapkan tahun tersebut sebagai momentum untuk mulai membangun meski saat itu belum memiliki perencanaan teknis yang lengkap.

“Kami menetapkan tahun 2026 sebagai tahun pembangunan. Jujur, pada saat kata-kata itu terucap dari mulut, perencanaan kami belum lengkap. Cita-cita kami tinggi, tapi detail teknisnya kami belum tahu,” kata Agrapina saat peresmian gedung baru SMK Kasih Theresia di Ohoi Bombay, Sabtu (5/9/2026).

Upaya mendapatkan gedung kemudian dilakukan dengan berbagai cara. Sekolah mulai mencari dukungan sejak Oktober 2025, termasuk menyiapkan lahan yang akhirnya dihibahkan keluarga besar Rahawarin dan Raharusun di Ohoi wermaf.

Perjuangan itu tidak langsung membuahkan hasil. Pada Januari 2026, sekolah mengetahui bahwa SMK Kasih Theresia belum masuk dalam prioritas pembangunan program revitalisasi.

Kondisi tersebut tidak membuat pihak sekolah berhenti mencari jalan. Agrapina bersama guru dan Ketua Yayasan kemudian menemui Wakil Bupati Maluku Tenggara untuk meminta arahan, mengingat sekolah berada di Kei Besar meski secara kewenangan merupakan bagian dari pendidikan menengah yang dikelola pemerintah provinsi.

Di tengah proses tersebut, sekolah juga mencoba mengumpulkan dana secara mandiri melalui donasi daring. Dari upaya itu, sekitar tujuh juta rupiah berhasil terkumpul dan digunakan untuk memulai pembangunan, tetapi pekerjaan kembali terhenti karena keterbatasan dana.

“Kami sempat menggalang donasi secara online, di Instagram. Puji Tuhan, kami dapat kurang lebih tujuh juta. Kami proses pembangunan, lalu setelah itu yang sudah kami bangun berjalan mandek karena dana kami kurang,” ujarnya.

Harapan kembali muncul ketika pihak sekolah mendapat informasi dari kementerian dan lokasi sekolah kemudian diverifikasi. Pada waktu yang hampir bersamaan, jajaran Kodam XV/Pattimura dan Kodim 1503/Tual turun melihat kondisi serta lokasi pembangunan.

Agrapina mengaku sempat mengira proses tersebut masih membutuhkan waktu panjang. Namun, setelah survei dilakukan, sekolah justru mendapat arahan untuk segera memulai pembangunan.

“Ternyata arahannya adalah besok pagi peletakan batu pertama. Bagi kami, Bapak Bupati, Bapak Wakil, Pak Dandim, ini adalah kado yang paling indah untuk ulang tahun kami yang kelima,” katanya.

Pembangunan tetap menghadapi sejumlah kendala, terutama cuaca buruk dan sulitnya mendapatkan material karena lokasi berada di Pulau Kei Besar. Dengan pendampingan dan pengawasan dari jajaran Kodim dan Koramil, pembangunan akhirnya dapat diselesaikan hingga gedung tersebut diresmikan.

Gedung baru itu kini memiliki dua ruangan yang akan digunakan untuk kegiatan belajar dan praktik siswa. Sekolah juga mendapat satu unit toilet, bak penampung air serta jaringan pipa yang mengambil sumber air dari mata air di Ohi Soinrat, meski distribusi air belum berjalan karena debit mata air menurun saat musim kemarau.

Bagi keluarga besar SMK Kasih Theresia, gedung tersebut bukan hanya soal memiliki bangunan sendiri. Setelah bertahun-tahun menumpang, mereka kini memiliki tempat yang dapat dikembangkan untuk mendukung pendidikan dan keterampilan siswa di Kei Besar.

Saat ini SMK Kasih Theresia memiliki 62 siswa dengan dua konsentrasi keahlian, yakni Usaha Layanan Wisata dan Layanan Perbankan. Sekitar separuh siswa sedang menjalani praktik kerja lapangan di sejumlah tempat, antara lain Bank Maluku, CU, usaha wisata, travel dan penginapan di Elat maupun Kei Kecil.

Agrapina berharap gedung baru tersebut menjadi awal untuk mengembangkan sekolah sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang dapat bekerja dan membangun daerah. Ia juga masih berharap dukungan untuk fasilitas lain karena hingga kini sekolah belum memiliki ruang khusus bagi guru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....