Kecamatan Tanimbar Utara Gerakkan Jumat Bersih Antisipasi DBD dan Malaria

  • 30 Agt 2026 17:06 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID.Saumlaki - Pemerintah Kecamatan Tanimbar Utara, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, mengintensifkan upaya pencegahan terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Penyakit Malaria, dengan melakukan gerakkan aksi Jumat Bersih, dengan melakukan penyemprotan (Fogging) dibeberapa titik yang dinilai rawan terhadap pengembangbiakan jentik nyamuk.

Langkah yang diambil terkait munculnya 23 kasus penyakit Malaria yang terdapat di wilayah Kecamatan Tanimbar Utara, selama periode bulan Januari sampai Juli 2026. Kasus tersebut terjadi di enam desa, dengan jumlah kasus tertinggi telah ditemukan di Desa Watidal sebanyak delapan kasus.

Informasi berupa data yang dihimpun dari wilayah kerja Puskesmas Larat menunjukkan, selain Desa Watidal, kasus penyakit Malaria tercatat juga terjadi di Desa Ritabel sebanyak enam kasus, Desa Ridool tiga kasus, Desa Keliobar tiga kasu, Desa Kelaan dua kasus, dan Desa Lelingluan sebanyak satu kasus. Sementara itu Desa Lamdesar Barat dan Lamdesar Timur tercatat tidak ditemukan kasus pada periode yang sama.

Camat Tanimbar Utara Frangklin G. Lambiombir, S.Sos., mengatakan, kondis tersebut menjadi perhatian serius dari Permerintah Kecamatan Tanimbar Utara untuk itu diperlukan tindakan pencegahan yang harus dilakukan secara bersama-sama, serta tidak hanya dilakukan penanganan setelah warga terjangkit.

"Kami tidak bisa berdiam diri dengan melihat kondisi tersebut. Untuk itu kami harus mengambil langkah cepat dengan melaksanakan Gerakan Jumat Bersih, untuk merapikan tempat-tempat pembuangan sampah dan melakukan penanganan kesehatan secara langsung,"kata Frangklin.

Menurut frengklin, gerakan Jumat Bersih merupakan hasil sebuah kesepakatan dalam pertemuan antara Pemerintah Kecamatan Tanimbar Utara bersama para Pimpinan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di wilayah tersebut. Kegiatan dilaksanakan secara serentak yang disasarkan pada lingkungan pusat Kota Larat sampai dengan kawasan permukiman diwilayah pinggiran Kota.

Yang menjadi perhatian utama adalah persoalan kebersihan lingkungan. Karena masih ditemukannya sejumlah tumpukan sampah dan beberapa tempat yang berpotensi menjadi lokasi genangan air yang dinilai dapat menimbulkan risiko

berkembangnya nyamuk yang dapat menularkan penyakit.

Untuk itu Pihak Kecamatan Tanimbar Utara mendorong keterlibatan seluruh masyarakat tidak hanya membersihkan lingkungan pada saat kegiatan jumat Bersih, tetapi menjadikannya pembersihan sebagai kebiasaan sehari-hari. Selain pembersihan lingkungan, langkan pemberantasan sarang nyamuk juga dilakukan melalui tindakan fogging dibeberapa lokasi.

Penyemprotan sudah dilaksanakan pada Desa Ridoo dan Desa Ritabel, sementara untuk Desa Watidal akan dijadwalkan menjadi lokasi penyemprotan yang berikut.

Fogging dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mengendalikan nyamuk dewasa di wilayah yang dinilai memiliki risiko penularan yang tinggi. Namun Pemerintah tetap selalu memberikan peringatan kepada masyarakat bahwa fogging bukanlah satu-satunya Langkah pencegahan.

Pemberantasan tempat berkembangbiaknya nyamuk tetap menjadi bagian penting untuk memutus mata rantai penularan. Untuk DBD, nyamuk Aedes aegypti berkembang biak terutama pada wadah yang tergenang air, sedangkan malaria ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles.

"Karena itu masyarakat juga harus mengambil bagian dalam memberantas penyakit tersebut. Jangan hanya menunggu instruksi dari Pemerintah Kecamatan. Pada lingkungan rumah masing-masing perlu diperhatikan, terutama pada termpat-tempat yang biasa menjadi sarang nyamuk," ungkapnya.

Masyarakat juga dihimbau untuk selalu rutin membersihkan lingkungan, menguras dan menutup tempat penampungan air, dan tidak membiarkan sampah menumpuk, serta segera melapor dan selalu memeriksakan diri Kefasilitas Kesehatan setempat apabila mengalami gejala yang mengarah pada malaria maupun DBD. Masyarakat juga dianjurkan menggunakan kelambu saat tidur dan menerapkan pola Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai bagian dari upaya perlindungan keluarga.

Selain itu juga diharapkan agar Gerakan Jumat Bersih dan langkah pengendalian terhadap nyamuk terus dilakukan secara berkelanjutan dengan mendapat dukungan dari Pemerintah Desa, UPT, Tenaga Kesehatan, serta masyarakat.

Dengan demikian usaha pencegahan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata saja, namun menjadi sebuah gerakan Bersama untuk menciptakan lingkungan permukiman yang lebih bersih, sehat, dan aman dari ancaman penyakit malaria maupun DBD.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....