Keripik dan Jus Rumput Laut Kamatubun Siap Menembus Pasar

  • 27 Agt 2026 14:37 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID.Saumlaki - Tim Penggerak PKK Desa Kamatubun, Kecamatan Wermaktian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, sudah mulai mengembangkan produk olahan rumput laut berupa keripik dan es sirup atau jus rumput laut melalui program pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Bersama Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM). Pada Senin (24/8/2026).

Tim FISIP UKIM bersama Penyuluh Perikanan Kabupaten Kepulauan Tanimbar menggelar pelatihan Produk pembuatan olahan rumput laut. Dengan mengangkat tema “Pemberdayaan Budidaya Kelompok Rumput Laut Melalui Penguatan Komunikasi Pemasaran Digital untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat.”

Ketua Tim PKM UKIM, Demsy Wattimena mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan nilai tambah rumput laut yang selama ini lebih banyak dijual dalam bentuk bahan mentah dengan harga relatif rendah.

“Potensi rumput laut di Desa Kamatubun perlu dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Melalui penguatan keterampilan produksi dan pemasaran digital, masyarakat tidak hanya memproduksi, tetapi juga mampu memasarkan produknya ke pasar yang lebih luas,”ujar Demsy.

Produk yang dikembangkan salah satunya adalah keripik rumput laut. Bahan bakunya dapat menggunakan jenis Eucheuma spinosum, Gracilaria, maupun Ulva lactuca. Proses pengolahannya meliputi pembersihan dan perendaman rumput laut untuk mengurangi bau amis. Selanjutnya, rumput laut dicampur dengan tepung tapioka dan bumbu, dicetak tipis, dijemur, kemudian digoreng pada suhu sekitar 170-180 derajat Celsius.

Keripik tersebut memiliki kandungan serat, mineral, yodium, dan vitamin. Dengan tekstur renyah serta masa simpan yang relatif panjang, produk dinilai memiliki potensi untuk dikemas dan dipasarkan secara lebih luas. Selain keripik, warga juga dilatih membuat minuman berbahan dasar rumput laut. Rumput laut terlebih dahulu direbus hingga mengeluarkan lendir alami, kemudian disaring dan dimasak bersama gula pasir atau gula merah hingga mengental.

Setelah itu, olahan tersebut dapat disajikan dengan air dingin dan es batu serta dikombinasikan dengan bahan tambahan seperti biji selasih atau potongan buah.

Menurut Demsy, kedua produk tersebut memiliki karakteristik berbeda, tetapi sama-sama bertujuan meningkatkan nilai ekonomi rumput laut.

“Perbedaannya, keripik berbentuk padat untuk camilan dan tahan lama. Sementara es sirup berbentuk cairan untuk minuman penyegar. Tapi keduanya sama-sama mengubah bahan mentah murah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi,” ungkapnya.

Tim PKM UKIM Pada akhir kegiatan mendorong Pemerintah Desa Kamatubun memberikan dukungan kepada kelompok TP- PKK agar pengembangan produk tidak berhenti setelah pelatihan. Dukungan juga diharapkan dapat diperluas kepada kelompok masyarakat di lima desa lainnya di Kecamatan Wermaktian.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengembangkan produk pangan berbasis potensi lokal, termasuk dalam menghadapi peluang ekonomi yang dapat muncul seiring perkembangan proyek Blok Masela.

Tim PKM juga mendorong pemanfaatan media digital desa, seperti Facebook, WhatsApp, dan surat elektronik, sebagai sarana promosi dan pemasaran produk.

“Kalau bukan sekarang, kapan lagi desa-desa di Wermaktian berkembang untuk menjawab tuntutan pasar. Pemanfaatan media digital harus dimaksimalkan agar produk ibu PKK bisa dikenal luas,” tegas Demsy.

Demsy berharap kepada kelompok TP- PKK untuk terus meningkatkan kualitas produksi, pengemasan, dan pemasaran keripik juga jus rumput laut. Menurutnya, pengembangan produk olahan tersebut berpotensi menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat Desa Kamatubun dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....