PSHT Meriahkan HUT ke-81 RI di Tanimbar, Tampilkan Atraksi Ketangkasan

  • 19 Agt 2026 16:06 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Saumlaki - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, pada Senin (17/8/2026), berlangsung semarak dengan menghadirkan atraksi seni bela diri yang dipentaskan oleh Perguruan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT).

Selain rangkaian pelaksanaan upacara, sembilan pelatih PSHT tampil memperagakan lima atraksi ketangkasan yang menyita perhatian jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan para tamu undangan.

Momentum tersebut sekaligus menjadi ajang perkenalan PSHT kepada masyarakat Tanimbar. Perguruan pencak silat ini telah terdaftar di Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Cabang Kabupaten Kepulauan Tanimbar tahun 2026.

Perwakilan Pelatih PSHT, Permalai mengatakan, perguruan silat tersebut memiliki sejarah panjang yang telash terbentuk sejak sebelum Indonesia merdeka. PSHT didirikan pada tahun 1922 oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo, salah satu tokoh pergerakan yang dikenal memiliki semangat perjuangan kebangsaan.

Pembukaan PSHT di Kabupaten Kepulauan Tanimbar diinisiasi oleh tiga pendekar yang berperan sebagai pelatih awal, yakni Pendekar Anis, Pendekar Permelai, dan Pendekar Ari. Ketiganya menjadi tokoh kunci dalam mendorong hadirnya PSHT sekaligus mengembangkan pembinaan pencak silat di daerah tersebut.

Dalam struktur organisasi kepengurusan PSHT di Kabupaten Kepulauan Tanimbar masih berada di bawah naungan Cabang Kabupaten Maluku Barat Daya. Tetapi dalam aspek pembinaan olahraga pencak silat, PSHT di Bumi Duan Lolat ini berada di bawah Kepengurusan IPSI Cabang Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

"Kami bersyukur PSHT dapat hadir di Tanimbar dan mendapat ruang untuk memperkenalkan seni bela diri sekaligus nilai-nilai persaudaraan kepada masyarakat," kata Permalai.

Sebelum demonstrasi berlangsung, sejumlah pejabat Forkopimda memeriksa peralatan yang akan digunakan sebagai bentuk kehati-hatian, guna memastikan perlengkapan tersebut sesuai dengan kondisi atraksi yang diperagakan.

Sembilan orang Pelatih PSHT memperagakan lima atraksi utama yang menonjolkan kemampuan fisik, konsentrasi, teknik, dan keberanian, masing-masing:

Sambung seni, Pematahan hebel berlapis, Pembengkokan besi menggunakan tenggorokan, Demonstrasi menggunakan lampu neon, Pemecahan batu bata berlapis di atas tubuh peserta menggunakan palu seberat sekitar lima kilogram

Sembilan orang pelatih yang tampil berasal dari latar belakang profesi yang beragam, di antaranya personel TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, advokat, pengusaha, wirausahawan, hingga masyarakat sipil. Keberagaman ini menunjukkan bahwa aktivitas PSHT tidak hanya melibatkan atlet atau praktisi pencak silat, tetapi juga masyarakat dari berbagai bidang kehidupan.

Salah satu pelatih yang tampil yaitu Permelai, memiliki latar belakang sebagai advokat yang aktif menjalankan tanggung jawab profesional kepada klien sekaligus melatih anggota PSHT. Keterlibatan tersebut memperlihatkan bahwa olahraga bela diri dapat berjalan berdampingan dengan profesi hukum, di mana nilai disiplin, keteguhan, keberanian, dan tanggung jawab dalam pencak silat dinilai memiliki keterkaitan dengan profesionalisme kerja.

Permelai juga berharap, keberadaan PSHT di Kepulauan Tanimbar dapat berkembang menjadi wadah pembinaan generasi muda, khususnya melalui olahraga pencak silat, pendidikan karakter, kedisiplinan, dan penguatan semangat persaudaraan.

"Kami menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Ini menjadi kehormatan bagi kami untuk ikut memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus memperkenalkan PSHT di Kabupaten Kepulauan Tanimbar," ungkapnya.

Bagi PSHT tampil dalam peringatan kemerdekaan RI bukan sekadar kesempatan mempertontonkan kemampuan bela diri, melainkan langkah awal memperkenalkan perguruan sekaligus nilai-nilai yang ingin dibangun melalui pembinaan pencak silat.

Kehadiran PSHT di Kabupaten Kepulauan Tanimbar diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan turut mengambil bagian dalam pembinaan olahraga dan karakter generasi muda-menjadikan pencak silat sebagai sarana menanamkan disiplin, memperkuat persaudaraan, membangun keberanian, dan menumbuhkan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....