doctorSHARE Hadirkan Rumah Sakit Kapal untuk Layani Warga Kei Besar

  • 22 Mei 2026 17:29 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Yayasan Dokter Peduli atau doctorSHARE menyiapkan pelayanan medis melalui Rumah Sakit Kapal (RSK) Nusa Waluya II untuk masyarakat di wilayah Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara. Program pelayanan kesehatan bergerak itu direncanakan berlangsung pada Agustus atau September 2026 sebagai upaya menjangkau masyarakat di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan.

Komitmen pelayanan kesehatan tersebut kembali diperkuat setelah tim doctorSHARE bertemu Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun di ruang kerja bupati, Jumat (22/5/2026). Dalam pertemuan itu, pemerintah daerah menyatakan dukungan terhadap rencana pelayanan kesehatan gratis yang dapat membantu masyarakat di wilayah kepulauan dan daerah sulit dijangkau fasilitas medis.

“Sebagaimana pernah diskusi bahwa bila Tuhan sayang kami dari doctorSHARE rencana akan datangkan Kapal Rumah Sakit ke Kei Besar Maluku Tenggara sekitar Agustus atau September 2026,” disampaikan tim doctorSHARE dalam pertemuan tersebut.

Bupati Muhammad Thaher Hanubun menilai kehadiran Rumah Sakit Kapal menjadi langkah penting untuk memperluas akses pelayanan kesehatan masyarakat di Kei Besar. Tantangan geografis wilayah kepulauan membuat pemerintah daerah membutuhkan kolaborasi dengan lembaga kemanusiaan agar pelayanan medis dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah terpencil.

“Kami menyambut baik rencana pelayanan Rumah Sakit Kapal ini karena sangat membantu masyarakat di wilayah kepulauan yang selama ini akses kesehatannya masih terbatas,” kata Thaher.

Sebelumnya, rencana pelayanan kesehatan itu mulai dibahas melalui permohonan audiensi yang diajukan Yayasan Dokter Peduli kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara. Dalam surat bernomor 168/YDP/K/V/2026 tertanggal 12 Mei 2026, doctorSHARE menyebut pelayanan medis melalui RSK Nusa Waluya II menjadi bagian dari upaya memperluas akses kesehatan gratis dan berkelanjutan bagi masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Tim doctorSHARE juga dijadwalkan melakukan survei lapangan dan koordinasi dengan berbagai pihak di Kei Besar, mulai dari pemerintah kecamatan, kepala desa, pihak pelabuhan, kepolisian setempat, hingga fasilitas kesehatan seperti RS Pratama Elat dan Puskesmas Elat. Langkah itu dilakukan untuk memetakan kebutuhan pelayanan medis sekaligus memastikan kesiapan dukungan lintas sektor sebelum kapal rumah sakit beroperasi.

“Kami meyakini bahwa pertemuan ini dapat menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pelayanan medis gratis serta program promotif dan preventif yang berkelanjutan,” tulis Managing Director Yayasan Dokter Peduli, Tutuk Utomo Nuradhy.

Kehadiran Rumah Sakit Kapal menjadi salah satu solusi untuk menjawab tantangan geografis Kei Besar sebagai wilayah kepulauan yang masih memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan spesialis. Dengan model pelayanan bergerak, masyarakat di wilayah terpencil diharapkan dapat memperoleh layanan medis lebih dekat tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat pelayanan kesehatan.

Selain pelayanan pengobatan, program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat edukasi kesehatan masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif. Pemerintah daerah berharap kolaborasi dengan doctorSHARE dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus memperluas jangkauan layanan medis bagi masyarakat Kei Besar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....