PUTR Malra Upayakan Pemerataan Air Bersih di tengah Dinamika Harga Pipa
- 06 Mei 2026 16:31 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Kenaikan harga material pipa menjadi tantangan dalam pelaksanaan proyek air bersih di Kecamatan Kei Besar Utara Barat, Kabupaten Maluku Tenggara. Isu tersebut mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku Tenggara bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Rabu (6/5/2026).
Kepala Dinas PUTR Maluku Tenggara, Herling Priartha, mengatakan proyek air bersih tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), dengan salah satu lokasi pekerjaan berada di Ohoi Hangur senilai sekitar Rp619 juta. Program ini sebelumnya ditargetkan mampu melayani seluruh rumah dengan sambungan pipa air bersih.
Namun, kenaikan harga material pipa berpotensi mengganggu capaian target layanan tersebut. Kondisi itu membuat sebagian rumah dikhawatirkan tidak dapat terjangkau sambungan air bersih.
“Dengan harga pipa yang naik, kami khawatir nanti ada rumah-rumah yang tidak terlayani,” ujar Herling.
Ia menjelaskan, fluktuasi harga material konstruksi tidak hanya dipengaruhi kondisi pasar lokal, tetapi juga dinamika ekonomi global, termasuk dampak ketegangan geopolitik di kawasan Selat Hormuz yang memicu naik turunnya harga minyak dunia. Situasi ini turut berdampak pada biaya distribusi dan harga material bangunan di daerah.
Selain itu, kondisi tersebut menyebabkan penyesuaian Rencana Anggaran Biaya (RAB) menjadi lebih kompleks dalam perencanaan proyek. Hal ini menjadi tantangan teknis yang harus diantisipasi dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
Herling menegaskan pemerintah daerah tetap berupaya menjaga agar pelayanan air bersih dapat menjangkau seluruh masyarakat di wilayah kepulauan. Prinsip pemerataan layanan tetap menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan program.
“Prinsip kami adalah seluruh masyarakat harus tetap terlayani meskipun ada keterbatasan anggaran dan perubahan harga,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....