Ekaristi Kudus Tandai Peringatan Hut Pelindung Paroki Tual

  • 04 Des 2025 09:36 WIB
  •  Tual

KBRN, Langgur : Misa Pesta St. Fransiskus Xaverius & Syukuran HUT Xaverius Choir dan Pelindung Gereja St. Fransiskus Xaverius Tual bersama Uskup Diosis Amboina Mgr. Seno Ngutra dan Rombongan terlaksana di Gereja St. Fransiskus Xaverius Tual pada Pukul 17.00 Wit dalam Perayaan Ekaristi Kudus bersama Pastores Kevikepan Kei Kecil dan Kota Tual, Rabu (3/12/2025).

Pesta St. Fransiskus Xaverius, imam dan pelindung karya misi, dirayakan setiap 3 Desember untuk mengenang pewartaannya yang luar biasa dalam menyebarkan Injil ke berbagai bangsa.

Sebagai salah satu pendiri Serikat Yesus, ia dikenal karena semangat misioner yang tak kenal lelah, perjalanannya yang panjang ke India, Jepang, hingga mendekati Cina, serta kasihnya yang mendalam kepada orang miskin dan mereka yang belum mengenal Kristus.

Uskup Diosis Amboina, Yang Mulia Mgr. Seno Ngutra dalam Renungannya pada Pesta St. Fransiskus Xaverius Injil: Mrk. 16 : 15 - 20 mengajak umat untuk menjadi Pewarta yang bersaksi di tengah Dunia tentang kabar sukacita Allah ditengah kehidupan umat dan persekutuan.

“Kabar Baik dari Tuhan pagi untukmu: ”Ia percaya bahwa engkau dan aku bukan hanya bisa mewartakan kabar gembira, melainkan bisa menjadi kabar gembira bagi sesama kita, teristimewa bagi sanak keluarga yang serumah denganmu saat ini”, kata Uskup Ngutra.

Uskup Inno Ngutra juga menegaskan, dalam injil ini, perintah Yesus jelas kepada umatnya "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.” Dan apa yang dilakukan para murid-Nya, “Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

Selaku Pimpinan Keuskupan Amboina, Uskup juga berpesan sesuai Perintah Tuhan bagi anak -anak-Nya, Yesus adalah Kabar Gembira Bapa kepada kita, karena kehadiran-Nya yang menyelamatkan,sebab ⁠Yesus pun mengutus kita untuk mewartakan kabar gembira kepada sesama di sekitar kita, bukan hanya lewat kata, melainkan lewat perbuatan dan kesaksian hidup yang baik dan kudus.

“⁠Jangan biarkan seorangpun berlalu darimu hari ini tanpa merasakan sukacita dan kegembiraan karena kata dan perbuatanmu, dan sadarlah bahwa St. Fransiskus Xaverius telah menjadi pewarta kabar gembira Yesus kepada kita, maka hendaklah kita pun rela menjadi pewarta, saksi dan kabar gembira itu kepada sesama di sekitar kita”, ucap Uskup Ngutra.

Pesta ini mengajak umat beriman meneladani keberanian, ketekunan, dan cinta apostolik St. Fransiskus Xaverius dalam mewartakan kabar gembira kepada semua orang.

Santo Fransiskus Xaverius (lahir 7 April 1506 - meninggal 2 Desember 1552) adalah seorang misionaris Katolik perintis dan salah satu pendiri Serikat Yesus (Yesuit).

Ia dikenal sebagai "Pelindung Karya Misi" karena pengabdiannya yang luar biasa dalam menyebarkan agama Kristen di Asia.

Kehidupan Awal dan Panggilan Misionaris

Fransiskus Xaverius dilahirkan dalam keluarga bangsawan di Navarra, Spanyol. Ia menempuh pendidikan di Universitas Paris, di mana ia bersahabat dengan Santo Ignatius dari Loyola. Pada tahun 1534, Fransiskus menjadi salah satu dari tujuh anggota pertama yang mendirikan Serikat Yesus. Mereka berjanji untuk mengabdikan hidup mereka demi penyebaran iman Katolik.

Misi di Asia

Pada tahun 1541, Fransiskus berangkat ke Asia sebagai misionaris atas permintaan Raja Portugal. Selama sepuluh tahun berikutnya, ia melakukan perjalanan dan pelayanan yang luas di berbagai wilayah, termasuk:

  • India: Ia memulai misinya di Goa, India, dan bekerja di sepanjang pantai barat untuk mewartakan Injil.
  • Indonesia: Pada Januari 1546, ia berlayar ke Indonesia bagian timur, mengunjungi Ambon, Ternate, dan Morotai. Di sana, ia membaptis sekitar 1000 orang dan mengunjungi perkampungan nelayan untuk mewartakan kabar suka cita.
  • Jepang: Pada tahun 1549, ia berhasil mencapai Jepang, mendarat di Kagoshima di Pulau Kyūshū, meskipun menghadapi kesulitan untuk masuk ke negara tersebut.

Wafat dan Kanonisasi

Fransiskus Xaverius memiliki kerinduan besar untuk menginjili Tiongkok. Pada tahun 1552, ia berlayar menuju daratan Tiongkok, tetapi jatuh sakit parah di Pulau Shangchuan, sebuah pulau kecil di lepas pantai selatan Tiongkok. Ia wafat pada tengah malam tanggal 2 Desember 1552, pada usia 46 tahun, tanpa pernah mencapai daratan utama Tiongkok.

Jenazahnya kemudian dibawa kembali ke Goa, India, di mana ia disemayamkan hingga saat ini. Fransiskus Xaverius dinyatakan kudus (dikanonisasi) oleh Paus Gregorius XV pada tahun 1622. Hari rayanya diperingati setiap tanggal 3 Desember.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....