Dialog Kerukunan Umat Beragama Digalakan Kemenag Saumlaki
- 19 Okt 2025 21:22 WIB
- Tual
KBRN, Tual : Dalam upaya mempererat persaudaraan dan menjaga keharmonisan kehidupan antarumat beragama dan mencega konflik yang berimbas pada masalah kegamaan di Kabupaten Kepualaun Tanimbar.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Aloysius Paskhalis Rumwarin, S.Fil menggelar Dialog Kerukunan Umat Beragama, sebagai tindak lanjut hasil dialog kerukunan yang berlangsung beberapa hari lalu di Desa Latdalam.
Kegiatan ini berlangsung di Gaseabo Gereja Katolik Tri Tunggal Hati Kudus Desa Sifnana, Sabtu (18/10/2025).
Kegiatan dialog ini dihadiri oleh Para Pejabat esalon IV, Perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Kerukunan Umat Beragama (KUB), Penyuluh Agama, tokoh adat desa Sifnana, Sekretaris DPP Gereja Tri Tunggal Hati Kudus Sifnana.
Dialog ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi terkait persoalan Pembangunan Aula Umat Katolik di Desa Latdalam.
Dalam sambutannya, Rumwarin menyampaikan bahwa kehidupan masyarakat Tanimbar yang majemuk adalah kekuatan besar yang perlu dijaga melalui semangat saling menghargai dan menghormati perbedaan.
Kementerian Agama hadir untuk menjaga lalulintas hubungan agama-agama sehingga dalam hidup saling berampingan Tanimbar tetap rukun, toleran dan damai. "Dialog Kerukunan ini menjadi sesuatu yang sangat berdampak positif dalam pencegahan konflik yang mengatasnamakan agama”, ucap Rumwarin.
“Kerukunan tidak lahir dengan sendirinya, tetapi harus terus diupayakan melalui dialog, kerja sama, dan komitmen bersama. Moderasi beragama menjadi kunci penting dalam menjaga keutuhan bangsa, terutama di daerah Tanimbar yang plural,” tegasnya.
Dia juga menekankan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan peluang untuk membangun solidaritas dan harmoni sosial di tengah masyarakat melalui pendekatan adat Duan Lolat sebagai pemersatu kedamaian di Bumi Duan Lolat..
Sementara itu Sekretaris DPP Tri Tunggal Hati Kudus Sifnana, Dinus Renolat mengapresiasi inisiatif Kemenag yang terus memfasilitasi ruang dialog antarumat beragama. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat rutin dilaksanakan untuk memperkuat kerja sama lintas iman dalam bidang sosial, kemanusiaan, dan pembangunan daerah.
"Benar bahwa ini bukan masalah keagamaan, tetapi imbasnya tetap akan dirasakan, untuk itulah kami merasa penting oknum-oknum yang intoleran yang menyebabkan aksi demo kemarin dapat segera menyikapinya".
Dialog berlangsung interaktif, diwarnai dengan diskusi hangat dan tukar pikiran antara peserta terkait peran tokoh agama dalam menghadapi dinamika sosial, termasuk isu-isu intoleransi dan radikalisme.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta sepakat untuk terus memperkuat sinergi dan komitmen bersama dalam menjaga kedamaian dan toleransi di Bumi Duan Lolat, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
“Tanimbar harus menjadi contoh bagaimana perbedaan tidak memecah, melainkan menyatukan. Inilah makna sejati dari kerukunan umat beragama,” tutup Rumwarin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....