Agroindustri, Tanimbar Tata Peta Investasi Masa Depan

  • 07 Sep 2025 06:11 WIB
  •  Tual

KBRN, Langgur: RUPM Tanimbar, Jalan Menuju Investasi Berkelanjutan di Daerah Kepulauan, Kepala Dinas Pertanian Tanimbar Soroti Potensi Pertanian dan Tantangan Investasi.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Jemmy Watumlawar, menegaskan pentingnya langkah strategis untuk menghidupkan sektor pertanian daerah. Menurutnya, mimpi besar untuk mengembangkan pertanian modern di Tanimbar masih terbentur keterbatasan anggaran, Sabtu (6/8/2025).

“Kita sebenarnya bangun dari mimpi, apalagi dalam rangka INPEX, ini langkah strategis. Tapi berbicara investasi untuk pertanian masih jauh. Lahan kita luas, potensinya besar, tapi dana pembangunan belum tersedia,” ujarnya.

Ia mencontohkan komoditas kelapa yang ribuan hektar luasnya, namun hanya sebatas diolah menjadi kopra. “Kalau ada investasi, pihak ketiga bisa membangun industri kelapa. Begitu juga hortikultura seperti pisang, banyak terbuang karena pasarnya tidak menjangkau,” tambah Jemmy.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar menggelar Forum Group Discussion (FGD) pada di Kantor Bupati Saumlaki. FGD ini menghadirkan pimpinan OPD dan pemangku kepentingan, membahas sinkronisasi kebijakan dan arah pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Asisten II Bupati Tanimbar, Agustinus Songopnuan, S.T., menekankan bahwa arah investasi harus berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Rencana aksi dituangkan dalam renstra. Pemberdayaan ekonomi masyarakat, koperasi, bumdes, dan UKM harus jadi prioritas,” katanya.

Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) Kabupaten Tanimbar disusun dengan beberapa tujuan strategis, di antaranya:

1. Mengidentifikasi kondisi umum dan isu strategis investasi.

2. Merumuskan visi, misi, tujuan, dan sasaran investasi.

3. Menyusun strategi kebijakan pengembangan wilayah.

4. Menyediakan roadmap implementasi jangka pendek, menengah, dan panjang.

Dikatakan, Fokus investasi meliputi, Energi: Blok Masela (gas bumi), energi terbarukan (surya, angin, gelombang laut), Pertanian, Perkebunan, Perikanan: Agroindustri, cold storage, ekonomi biru, dan bidang Pariwisata melalui Pengelolaan Pantai, diving, ekowisata, pelestarian budaya, serta Infrastruktur yang memadai yakni Bandara, pelabuhan, jalan, telekomunikasi, dan listrtik.

Plt. Kepala DPMPTSP Tanimbar, Yongki Souisa, A.STP, menegaskan pentingnya perencanaan yang matang.

“Kita belajar dari pengelolaan investasi di IKN. Untuk Blok Masela, harus dirancang agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, dokumen RUPM harus memiliki kualitas baik dari sisi data, kajian, hingga perumusan kebijakan, sehingga bisa menjadi pedoman bagi regulasi daerah.

Kabupaten Tanimbar memiliki kekuatan besar di sektor primer seperti pertanian, perikanan, dan perkebunan. Namun, tantangan yang dihadapi tidak ringan, antara lain, Infrastruktur belum merata, masih terpusat di Saumlaki, Investasi belum optimal memanfaatkan sektor primer dan Konektivitas antar-pulau terbatas, menghambat distribusi produk dan pariwisata.

Jemmy Watumlawar optimis Dinas Pertanian dukungan lintas sektor, Tanimbar mampu membangun pertanian dan sektor lainnya lebih baik lagi untuk masa depan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....