Tenun Ikat Tanimbar Warisan Leluhur Perlu Dilestarikan

  • 28 Jan 2025 22:13 WIB
  •  Tual

KBRN, Tual: Ketua Kelompok tenun Awayeras, Sila Fordatkosu menyatakan, tenun yang kesehariannya ditekuni selama kurang lebih 20 tahun, merupakan peninggalan leluhur yang sesungguhnya patut di lestarikan dari zaman ke zaman, dan ditanamkan bagi generasi muda masa kini, Selasa (28/1/2025).

“Mata pencarian kami dalam kelompok sudah dilakukan lama, tapi kami minta pihak terkait, tolong angkat kekayaan ini bagi anak - anak mud akita, khusus di Lingkungan Sekolah, agar dapat dipraktekkan dalam pembelajara”, ucap Fordatkosu.

Menurut Fordatkosu, mengingat Kain Tenun Tanimbar ini sudah menjadi tradisi adat budaya tanimbar yang tak bisa dipungkiri oleh siapapun selaku masyarakat Tanimbar, Pemberdayaan Masyarakat melalui Peran Dinas teknis, perlu dilakukan setiap saat, bukan hanya pada iven

Kain tenun khas Tanimbar merupakan hasil kerajinan berupa bahan yang dihasilkan dari untaian benang-benang yang dimasukkan secara melintang pada lungsin, membutuhkan ketelitian dan nilai seni yang memiliki nilai spiritual budaya yang sangat unik, berupa corak, motif dan jenis tenunan yang dihasilkan, jelas Fordatkosu.

Diakui dari hasil tenunan berupa selendang, kain dan scraft, dapat dijual kisaran Rp.250.000 hingga Rp.1.000.000 sesuai orderan pembeli yang langsung datang ke Galeri kelompok Awayeras, dan banyak diminati Masyarakat, termasuk Para Peserta Didik, yang dikhususkan penggunaannya pada hari kamis minggu berjalan, dan memberikan Kontribusi bagi para Penenun di Tanimbar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....