Cara Mengatasi Bullying di Sekolah dan Lingkungan Sekitar

  • 15 Jul 2024 06:55 WIB
  •  Tual

KBRN, Tual: Kita semua pasti pernah mendengar kata bullying. Istilah bullying berasal dari kata bull dalam bahasa inggris yang berarti banteng. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bullying atau biasa juga disebut dengan perundungan adalah tindakan mengganggu, mengusik terus-menerus, dan menyusahkan. Bahkan ada beberapa kasus bullying yang menyebabkan kematian kepada korbannya. Bullying biasanya dilakukan oleh orang atau kelompok yang lebih kuat baik secara fisik maupun emosional.

Bullying adalah masalah yang serius dan bisa dialami oleh siapa saja. Tak hanya dialami oleh siswa-siswi yang duduk di bangku sekolah saja, perundungan juga bisa terjadi di lingkungan kuliah, kerja, maupun tetangga.

Dikutip dari beberapa sumber, berikut ini cara mencegah bullying yang bisa diterapkan di sekolah maupun lingkungan masyarakat.

1. Sosialisasi tentang bullying

Perundungan di sekolah dan di lingkungan sekitar seringkali terjadi karena kurangnya pemahaman bahwa seseorang sedang dibully. Penting bagi seluruh komunitas sekolah, termasuk guru, siswa, staf sekolah, hingga masyarakat sekitar untuk memahami mengenai perundungan.

2. Membuat peraturan yang tegas tentang bullying

Mengatasi orang yang melakukan bullying juga harus dilakukan sebagai langkah menghentikan tindakan atau sikap bullying. Selain korban, pelaku juga harus diberikan treatment supaya tidak terus terulang. Perlu bagi guru dan juga sekolah membuat peraturan yang ketat tentang bullying. Peraturan-peraturan ini bisa dimulai dari level peraturan kelas hingga peraturan sekolah.

3. Tumbuhkan rasa percaya diri

Pelaku bully akan semakin bersemangat ketika mengetahui bahwa korbannya merasa minder dan semakin terpuruk. Untuk mencegah sekaligus memberikan efek jera pada pelaku bully, bangun rasa percaya diri agar tidak terlihat minder atau takut kepada si pelaku. Percayalah, pelaku bully akan malas menindas orang yang berani dan percaya diri.

4. Memberikan teladan atau contoh yang baik

Bullying pada anak sering terjadi karena mencontoh orang-orang di sekitarnya. Guru maupun orang tua dituntut untuk berhati-hati dalam bertindak maupun bertutur kata. Jangan sampai suka memberikan hukuman verbal yang tanpa disadari sudah masuk dalam kategori pembullyan. Hal ini tentu akan dicontoh oleh anak – anak.

5. Mengajarkan siswa untuk melawan bullying

Bentuk perlawanan terhadap tindakan perundungan atau bullying tidak harus dengan cara kekerasan atau melakukan hal yang sama dengan pembullyinya. Salah satu cara melawan bullying adalah dengan berani melaporkan tindakan bullying terhadap gurunya. Dengan begitu, guru dan pihak sekolah akan dapat segera mengambil tindakan untuk menghentikan pembullyian.

6. Jalin pertemanan dengan banyak orang

Pernahkah kamu memperhatikan bahwa korban bullying umumnya suka menyendiri dan jarang memiliki teman? Cara mencegah bullying adalah menjalin pertemanan dengan banyak orang. Pastikan bahwa lingkaran pertemananmu ini sehat dan tidak suka melakukan bully. Ketika korban bullying memiliki banyak teman, maka pelaku bully akan berpikir dua kali untuk menindasnya.

7. Laporkan pada pihak berwenang

Perundungan adalah masalah yang cukup serius, apalagi jika pelakunya dibiarkan tanpa sanksi yang berarti. Apabila kamu atau orang-orang di sekitarmu menjadi korban perundungan, saatnya kamu menyuarakan isi hatimu dengan melaporkan tindak perundungan ini ke pihak yang berwenang. Biarkan masalah tersebut diselesaikan oleh pihak yang berwenang untuk menghentikan bullying.

Semoga jika diterapkan, hal-hal ini dapat mencegah dan meminimalisir pembullyan di lingkungan generasi muda saat ini.


Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....