Penjual BBM Eceran Menyebabkan Antrean Panjang di SPBU
- 31 Agt 2026 10:15 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Penjual BBM eceran (pengetap) menjadi salah satu penyebab utama antrean panjang di SPBU karena mereka membeli bahan bakar secara berulang-ulang dalam jumlah banyak untuk dijual kembali demi keuntungan pribadi. Praktik ini mengurangi jatah konsumen umum dan mengganggu distribusi normal di area SPBU.
Sebagian konsumen menganggap bahwa membeli BBM eceran memberikan alternatif yang lebih efisien dalam mengatur waktu dan aktivitas harian mereka. Namun, beberapa warga juga menyadari risiko dari membeli BBM di tempat yang tidak resmi, dan meminta pihak berwenang untuk menyediakan solusi yang memadai terkait masalah antrean panjang seperi di SPBU Langgur dan Kota Tual.
Maraknya Penjualan BBM eceran di sejumlah titik di Kabupaten maluku Tenggara dan kota Tual, menuai keluhan sebagian masyarakat karena dianggap berdampak pada antrean panjang ketika melakukan pengisian BBM di SPBU.
Salah satu warga desa Loon, Kei Kecil Maluku Tenggara pada acara “Hallo RRI” di pro 1 RRI Langgur belum lama ini. Kace meminta kepada instansi terkait agar menertibkan penjualan BBM eceran yang diangga sangat berdampak pada antrean konsumen di SPBU . Dengan marak penjualan BBM di barbagai tempat di kota langgur dan kota Tual bahkan sudah menjamur dimana - mana, itu sangat berdampak sekali pada antrean panjang.
“Ketika orang lain hendak mengisi BBM karena harus sabar menunggu mereka yang isi dalam jumlah banyak baru pelayanan untuk kendaraan.” Tutur Kace.
Penjualan eceran BBM (Bahan Bakar Minyak) memiliki manfaat ekonomi bagi penjual, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mendukung ekonomi lokal, terutama di daerah dengan akses SPBU yang terbatas. Namun, terdapat juga potensi risiko terkait kualitas bahan bakar, keselamatan dan potensi penimbunan.
Sementara Bupati Maluku Tenggara M. Taher Hanubun, beberapa waktu lalu mengusulkan evaluasi pelayanan di SPBU. Salah satu opsi yang dibahas adalah memperpanjang jam operasional dan membuka pelayanan lebih awal agar masyarakat memiliki waktu yang lebih luas untuk memperoleh BBM serta mengurangi kepadatan antrean pada jam-jam tertentu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....