Awasi Pergaulan Anak untuk Mencegah Pernikahan Dini
- 30 Agt 2026 17:02 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Pencegahan pernikahan dini memerlukan peran aktif orang tua dalam memberikan pengawasan dan bimbingan. Orang tua perlu membekali anak-anak dengan pengetahuan tentang dampak negatif pernikahan dini, pentingnya pendidikan, dan kesehatan reproduksi. Selain itu, orang tua juga perlu menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung, serta membangun komunikasi terbuka dengan anak-anak.
Demikian disampaiakan mantan kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kei Kecil Timur Maluku Tenggara Ustadz Musadat Azis , usai proses ijab kabul pernikahan terhadap kedua pasutri pekan lalu.
| Baca juga: Warga Keluhkan Harga Minyak Kita diatas HET |
Dia menekankan dengan banyaknya kasus pernikahan dini di Maluku Tenggara, selain edukasi dan bimbingan dari pihak-pihak terkait seperti tokoh agama dan tokoh masyarakat, dibutuhkan peran orang tua agar lebih ketat memberikan pengawasan terhadap pergaulan anak.
kata Musadat, membiarkan anak bebas berselancar di media sosial dapat memicu terjadi pernikahan dini karena banyak konten-konten yang menyesatkan dapat mempengaruhi imajinasi anak sehingga terperangkap dalam pergaulan bebas yang bisa merenggut cita-cita dan masa depan yang baik pada anak bangsa.
“Dengan banyak kasus pernikahan Dini di Malra, saya harap kepada seluruh orang tua maupun pihak-pihak terkait, untuk memberikan bimbingan serta edukasi yang maksimal kepada anak-anak remaja guna menekan angka kasus pernikahan dini yang kian meningkat." Paparnya
Lanjut Musadat, Dalam jangka panjang, pernikahan dini berpotensi memperkuat lingkaran kemiskinan antargenerasi, karena anak-anak yang menikah dini tidak memiliki keterampilan yang cukup untuk meningkatkan taraf hidup mereka.
Secara psikologis, pernikahan dini sering kali memicu tekanan emosional, stres, dan gangguan kesehatan mental. "Anak yang menikah pada usia dini belum cukup matang untuk menghadapi tuntutan hidup berumah tangga. Mereka lebih rentan mengalami kekerasan dalam rumah tangga dan tekanan sosial yang tinggi." Tutupnya
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....