Dampak Musim Panas Tanaman Enbal dan Petatas Petani di Ohoidertutu Mengering
- 24 Agt 2026 05:11 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Cuaca panas ekstrem yang melanda wilayah Maluku Tenggara sejak awal bulan Juni hingga kini berdampak serius pada sektor pertanian lokal. Musim kemarau yang datang lebih cepat dari perkiraan tersebut menyebabkan tanaman pangan andalan warga, seperti enbal dan petatas (ubi jalar), mulai mengering akibat kekurangan pasokan air.
Kondisi ini dikeluhkan oleh para petani setempat, salah satunya Ibu Gita Ngoranubun, seorang petani asal Ohoi (Desa) Ohoidertutu. Menurutnya, perubahan cuaca yang terbilang mendadak ini mengganggu pertumbuhan tanaman yang sangat bergantung pada curah hujan.
"Musim panas kali ini datang lebih awal. Sejak awal Juni sampai sekarang tidak ada hujan turun, jadi tanaman enbal dan petatas di kebun mulai mengering," ungkap Gita saat ditemui media.
Kondisi kekeringan ini memaksa sebagian warga yang memiliki lahan kebun petatas di sekitar pemukiman atau pinggir kampung untuk mengambil langkah ekstra. Demi menyelamatkan tanaman mereka dari gagal panen, warga terpaksa menyiram kebun secara manual setiap hari—sebuah pekerjaan tambahan yang membutuhkan tenaga dan sumber air lebih.
Warga berharap kondisi cuaca dapat segera membaik atau ada perhatian dari pihak terkait untuk membantu penanganan dampak kemarau ini, mengingat enbal dan petatas merupakan komoditas pangan pokok vital bagi keberlangsungan hidup dan perekonomian masyarakat lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....