Menelusuri Jejak Lahirnya Pramuka
- 14 Agt 2026 08:30 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Tepat pada Jumat, 14 Agustus 2026, Gerakan Pramuka memperingati HUT yang ke-65 di seluruh penjuru Tanah Air. Peringatan tahunan ini tidak hanya menjadi momentum perayaan lahirnya organisasi, tetapi juga ruang refleksi untuk mengenang perjalanan panjang pendidikan kepanduan di Indonesia.
Dilansir dari detikcom, penetapan tanggal 14 Agustus merujuk pada peristiwa bersejarah tahun 1961, ketika Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada masyarakat luas. Upacara akbar yang digelar di halaman Istana Negara tersebut diwarnai dengan penyerahan Panji Gerakan Pramuka oleh Presiden Soekarno kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX selaku Ketua Kwartir Nasional pertama.
Sejarah resmi mencatat bahwa usai penyerahan, panji tersebut langsung diarak melalui barisan defile keliling Kota Jakarta. Momentum penting inilah yang kemudian diabadikan sebagai Hari Pramuka nasional, menandai lahirnya wadah tunggal pendidikan kepanduan di Indonesia.
Namun, akar sejarah kepanduan di nusantara jauh lebih tua dan telah tumbuh subur sejak era kolonial Hindia Belanda. Latihan kepanduan tercatat mulai diinisiasi di Batavia pada 1912 melalui Nederlandsche Padvinders Organisatie (NPO) dan Nederlands-Indische Padvinders Vereeniging (NIPV), yang kemudian menginspirasi Mangkunegara VII untuk mendirikan Javaansche Padvinders Organisatie bagi masyarakat pribumi pada 1916.
Perkembangan pesat organisasi kepanduan nusantara yang melahirkan berbagai kelompok berbasis nasionalis, keagamaan, hingga kesukuan bahkan sempat menarik perhatian tokoh dunia, Lord Baden-Powell. Tercatat pada Desember 1934, Bapak Pandu Sedunia itu bersama keluarganya menyempatkan diri berkunjung langsung meninjau kelompok kepanduan di Batavia, Semarang, dan Surabaya.
Memasuki masa pascakemerdekaan, tantangan baru muncul dalam menyatukan ratusan organisasi kepanduan yang sempat terpecah. Meskipun Kongres Kesatuan Kepanduan Indonesia di Surakarta pada Desember 1945 berupaya melahirkan Pandu Rakyat Indonesia, dinamika politik serta hadirnya sekitar 100 organisasi di bawah naungan Perkindo membuat penyatuan wadah kepanduan nasional menjadi sebuah proses sejarah yang panjang dan berliku.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....