Merayakan Hari Kemerdekaan Dengan Iman dan Aman
- 12 Agt 2026 11:17 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Alhamdulillah, puji syukur mari kita senantiasa tujukan kepada Allah swt yang telah mencurahkan karunia nikmat Islam, iman, kesehatan, dan kesempatan sehingga sampai dengan detik ini kita masih diberikan umur panjang dan dapat beribadah dengan tenang. Ungkapan itu disampaiakan Ustadz H. Mukhlis Azhari Rahayaan, S.Sos., M.H, dalam khotbah sholat jumat (7/8/2026) di masjid agung Raudhah kabupaten Maluku Tenggara.
Dikatakan, tidak semua orang khususnya umat Islam, mampu beribadah dengan tenang karena situasi dan kondisi lingkungan yang tidak mendukung untuk menjalankan tugas utama manusia di dunia. Seperti yang kita ketahui bahwa salah satu misi utama diciptakannya kita ke dunia oleh Allah swt adalah untuk beribadah dengan menyembah-Nya.
Agar kualitas ibadah yang kita lakukan bisa berhasil maksimal, tentu ketenangan dan keamanan dalam beribadah menjadi faktor penting. Menjalankan ibadah kepada Allah swt, tidak cukup dengan keimanan saja. Kuatnya keimanan harus didukung dengan kondisi keamanan lingkungan agar ibadah bisa dilaksanakan dengan khusyuk atau tenang.
Kemerdekaan merupakan anugerah yang luar biasa bagi bangsa Indonesia. Hal ini pun patut disyukuri oleh semua masyarakat Indonesia. Dalam merayakan kemerdekaan hendaknya dibarengi dengan rasa iman dan aman. Keimanan dan keamanan adalah dua keharusan yang mesti sama-sama hadir dalam kehidupan warga negara Indonesia.
Dan alhamdulillah, walhamdulillah, tsummalhamdulillah, kita bangsa Indonesia bisa merasakan bagaimana upaya untuk senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah didukung dengan kondisi lingkungan dan negara yang aman, jauh dari konflik yang menjadikan ibadah kita tidak tenang.
Lanjut Mukhlis Azhari Semua ini patut dan harus kita syukuri serta terus kita pertahankan. Jangan sampai kita menyepelekan karunia ini yang pada akhirnya kenikmatan ini dicabut oleh Allah dan kita beribadah di bawah bayang-bayang konflik dan ketidakamanan.
“Dengan terus bersyukur dan merawat situasi dan kondisi ini, insyaallah, Allah swt akan memasukkan kita ke dalam orang-orang yang pandai bersyukur dan kenikmatan ini akan terus ditambah oleh Allah swt.” Papar Ust. Mukhlis Azhari
Tantangan untuk mempertahankan kedamaian dan keamanan ini tentu tidak mudah. Terlebih di era perkembangan teknologi yang mengakibatkan derasnya arus informasi saat ini. Selain bermanfaat untuk hal positif, kemudahan menyebarkan informasi di era digital juga rawan diselewengkan untuk mempengaruhi pemahaman masyarakat dalam beragama dan berbangsa.
Tidak menggunakan senjata dan kekuatan fisik dalam menyerang dan menggerakkan orang untuk bisa dipengaruhi, namun propaganda melalui internet khususnya media sosial terus dilakukan untuk menjauhkan masyarakat dari pola beragama dan bernegara yang telah diwariskan para pendiri bangsa. Berbagai macam aliran dan paham keagamaan transnasional melakukan penetrasi untuk mengubah tatanan beragama dan berbangsa yang cukup ideal bagi bangsa Indonesia ini.
“Hal ini tentu harus kita waspadai bersama dengan terus melakukan perlawanan, khususnya perlawanan digital kepada narasi-narasi yang ingin mengganti sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Semangat cinta tanah air harus terus digelorakan di dunia nyata dan dunia maya.”
Oleh karenanya, bulan Agustus yang memuat sejarah penting proklamasi kemerdekaan setelah mengalami penjajahan berabad-abad, seyogianya menjadi momentum yang spesial bagi bangsa Indonesia. Kita harus mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal positif sesuai dengan posisi kita masing-masing.
Diakhir Khotbahnya, ia mengajak, yang petani agar terus bekerja untuk menjadi pahlawan pangan di era modern. Yang guru agar terus mendidik para generasi bangsa untuk menjadi penerus tongkat estafet peradaban luhur. Termasuk para pelajar dan generasi muda, agar terus tingkatkan kualitas diri dengan belajar sungguh-sungguh untuk terus merawat kemerdekaan dan keamanan negara ini sampai akhir nanti.
“Kita tak boleh menjadi orang yang tak tahu berterima kasih dan orang yang melupakan sejarah bagaimana bangsa ini didirikan. Jangan sampai kita menjadi orang yang malah merusak tatanan damai ini.” Tutupnya
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....