Mengenang Tragedi Kemanusiaan Pengeboman Hiroshima dan Nagasaki

  • 05 Agt 2026 21:16 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Peristiwa kelam yang mengubah jalannya sejarah dunia kembali dikenang, saat Amerika Serikat menjatuhkan dua bom atom di kota Hiroshima dan Nagasaki, Jepang, pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945. Serangan udara mematikan di penghujung Perang Dunia II tersebut merenggut nyawa antara 150.000 hingga 246.000 jiwa, yang sebagian besar merupakan warga sipil tak berdosa. Peristiwa ini hingga kini tetap tercatat dalam sejarah sebagai satu-satunya penggunaan senjata nuklir dalam konflik bersenjata yang pernah terjadi di muka bumi.

Dilansir dari wikipedia, Latar belakang tragedi ini bermula dari situasi tahun terakhir Perang Dunia II, di mana Sekutu bersiap melancarkan invasi besar ke daratan Jepang yang diprediksi menelan korban jiwa masif. Meskipun Jerman Nazi telah menyerah pada 8 Mei 1945, pihak Kekaisaran Jepang bersikeras menolak ultimatum Sekutu untuk menyerah tanpa syarat dalam Deklarasi Potsdam tanggal 26 Juli 1945. Jepang memilih mengabaikan ancaman kehancuran cepat dan besar tersebut, sehingga Perang Pasifik pun terus berlanjut di tengah kampanye pengeboman konvensional yang meluluhlantakkan berbagai kota di Jepang.

Di balik layar, Proyek Manhattan yang dirintis Sekutu berhasil merampungkan uji coba bom atom di gurun New Mexico pada bulan Juli 1945. Amerika Serikat kemudian mengerahkan dua rancangan bom pemusnah massal: bom uranium jenis bedil bernama Little Boy dan bom plutonium jenis implosi berjuluk Fat Man. Didukung oleh armada pesawat pengebom khusus Boeing B-29 Superfortress dari Kepulauan Mariana serta restu Britania Raya melalui Perjanjian Quebec, panggung kehancuran global pun resmi disiapkan.

Dampak langsung serangan tersebut sangat mengerikan dan menelan korban jiwa dalam jumlah yang masif di kedua kota sasaran. Tanggal 6 Agustus, bom Little Boy meluluhlantakkan Hiroshima, disusul ancaman Presiden AS Harry S. Truman yang meminta Jepang menyerah. Karena tidak diindahkan, tiga hari kemudian pada 9 Agustus, bom "Fat Man" dijatuhkan di Nagasaki. Dalam kurun beberapa bulan pertama, sebanyak 90.000 hingga 146.000 nyawa melayang di Hiroshima, sementara 39.000 hingga 80.000 orang tewas di Nagasaki akibat ledakan, luka bakar parah, penyakit radiasi, hingga kekurangan gizi.

Tekanan militer yang bertubi-tubi akhirnya memaksa Kekaisaran Jepang menyatakan takluk kepada Sekutu pada 15 Agustus 1945, menyusul deklarasi perang dan invasi Uni Soviet ke Manchuria. Penandatanganan instrumen penyerahan diri secara resmi pada 2 September 1945 secara otomatis mengakhiri Perang Dunia II secara total. Kendati demikian, hingga hari ini, efektivitas pengeboman tersebut dalam mendesak penyerahan diri Jepang serta perdebatan mengenai aspek etis penggunaannya masih terus dikaji dan diperdebatkan oleh para sejarawan dunia.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....