Kisah Pemuda Dari Salesman Menjadi TNI

  • 31 Jul 2026 19:42 WIB
  •  Tual

rri.co.id, langgur - Kisah perjuangan seorang salesman alat masak/panci yang berhasil menjadi prajurit TNI merupakan salah satu bukti nyata bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih cita-cita menjadi abdi negara.

Dari seorang pekerja sales atau pelayan menjadi anggota TNI membuktikan bahwa kerja keras, fisik yang terlatih, dan mental baja mampu mengubah nasib seseorang. Banyak pemuda dari latar belakang pekerja serabutan atau pedagang berhasil mewujudkan mimpi berseragam loreng lewat persiapan yang konsisten.

Di Indonesia, cerita seperti ini sering kali menjadi inspirasi nasional karena membuktikan bahwa seleksi masuk TNI mengutamakan kemampuan fisik, mental, dan transparansi, tanpa dipungut biaya.

Dikisahkan seorang pemuda dari Bima Nusa Tenggara Barat, Halik berusia 21 tahun berhasil menjadi seorang prajurit TNI Angkatan darat di pulau bali. Pria yang pernah menjajakan barang dagangan bersama timnya pada setiap instansi pemerintah di kepulaun kei salah satunya pada sejumlah pegawai RRI Tual tahun lalu, menjadi pengalaman berharga bagi dirinya.

Saat dihubungi lewat telfon selulernya kamis ( 30/7/2026 ) mengaku, banyak tetangga dan kerabat yang sempat meragukan impiannya karena anggapan keliru bahwa masuk militer membutuhkan biaya besar. Namun, dengan keyakinan penuh, ia mendaftar secara murni. Keberhasilannya lolos seleksi membuktikan transparansi proses rekrutmen Tentara nasional Indonesia yang hanya melihat kualitas diri, bukan isi dompet.

“Teman-teman dan tetangga saya meragukan kemampuan saya karena mereka lihat dari keterbatasan ekonomi keluarga saya, tapi saya yakin pada diri saya sendiri bahwa saya mampu, dan terbukti sekali tes langsung lolos.” Kisahnya

Lanjut Halik, keteguhan hati untuk mencapai cita-cita menjadi prajurit TNI semakin kuat selama menjadi seorang sales panci, dia berpikir hidup terus berlanjut, masa depan yang gemilang akan menjadi harapan dia dan keluarganya. Namun ia tidak mengatakan bahwa menjadi salesman tidak memiliki masa depan yang baik, semuanya kembali pada setiap personal masing-masing.

Motivasi terbesarnya, setelah lulus SMA langsung berkiprah di dunia bisnis menjadi salesman dengan tujuan mencari modal sendiri untuk ikut seleksi TNI tanpa harus bergantung pada orang tua. Kurang lebih tiga tahun menjadi salesman dan memendam cita-caita jadi TNI, setelah mengikuti serangkaian tes dalam sekali musim, akhirnya dia lolos murni tanpa sogokan uang.

Jadi, uang yang dia peroleh selama jadi sales kata Halik, dialokasikan untuk kebutuhan keluarganya. Ditanya apakah tidak menyesal telah membuang waktu selama tiga tahun karena memilih jadi sales bukan langsung ikut tes TNI ? dia menjawab tidak ada penyesalan sama sekali, justru dia bangga dan bersyukur pengalaman jadi sales telah membentuk karakter dan mental yang lebih kuat.

Diakhir ceritanya, dia sarankan kepada generasi yang mau jadi prajurit TNI, harus lebih yakin pada diri sendiri, tidak usah pikirkan modal seperti pengalamanya, kemudian rutin latihan fisik dan perkuat mental.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....