Takwa Sebagai Sumber Kebaikan
- 31 Jul 2026 15:20 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Di antara keutamaan takwa adalah Allah menjadikan takwa sebagai sumber kebaikan. Takwa merupakan jalan menuju berbagai macam kebaikan. Perintah takwa ini merupakan bentuk rahmat Allah swt agar manusia mendapatkan kebaikan dan keberuntungan baik di dunia maupun di akhirat kelak.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tenggara H. Ahmad Raharusun, S.Pd., M.Pd, saat khotbah sholat jumat (31/7/2026) di masjid agung Raudhah Maluku tenggar menjelaskan, keutamaan lainnya, takwa merupakan tameng dari segala macam keburukan dan sebagai pelebur berbagai kesalahan dan akan mendapatkan ampunan dari Allah swt atas dosa-dosa yang dilakukan seorang hamba. Sebagaimana Allah telah bersabda dalam surat Al-Anfal Ayat 29:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ Artinya, "Wahai orang-orang yang beriman! Jika kalian semua bertakwa kepada Allah, maka Allah akan memberikan furqon (kemampuan untuk bisa membedakan antara hak dan batil) kepada kalian, Allah akan menghapus segala kesalahan kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian semua.
Allah memiliki karunia yang agung. Yang dimaksud dosa di sini adalah dosa yang tidak ada hubungannya dengan sesama manusia. Sebab dosa yang berkaitan dengan sesama manusia hanya bisa diselesaikan dengan orang yang bersangkutan.
Raharusun pun menjelaskan, kesabaran adalah bagian penting dari takwa karena sabar membantu kita menjalankan perintah Allah, menjauhi larangan-Nya, dan menerima setiap ketentuan-Nya dengan ikhlas.
Sabar merupakan sikap atau kemampuan untuk menahan diri dari rasa marah, gelisah, atau putus asa dalam menghadapi situasi sulit, baik dalam aspek emosional, fisik, maupun spiritual. Sabar juga melibatkan keteguhan hati dalam menjalani ujian, kesulitan, atau cobaan dengan keyakinan bahwa setiap peristiwa memiliki hikmah yang baik. “Dalam berbagai tradisi dan ajaran, termasuk agama, sabar sering dianggap sebagai sifat mulia yang membawa ketenangan dan kebijaksanaan.” Jelasnya
Oleh sebab itu dia mengajak seluruh jamaah agar selalu meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah swt, yakni dengan sungguh-sungguh menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena dengan takwa inilah Allah menjanjikan kemuliaan bagi hamba-hamba-Nya.
Lanjut Ahmad raharusun, didalam kehidupan, kita sering dihadapkan dengan berbagai ujian, baik berupa kesulitan maupun kemudahan. Dalam menghadapi semua itu, sifat sabar adalah salah satu kunci keberhasilan seorang hamba.
Sabar bukanlah sekadar menahan diri dari rasa marah atau kecewa, melainkan sebuah usaha untuk tetap istikamah dalam ketaatan kepada Allah swt meskipun menghadapi berbagai cobaan. Dia pun menjabarkan sabar terbagi tiga jenis utama:
Pertama, sabar dalam ketaatan kepada Allah swt. Untuk menjalankan perintah Allah swt, kita membutuhkan kesabaran, terutama ketika beribadah seperti shalat, puasa, atau menunaikan haji.
Sebagaimana firman Allah dalam surat Thaha ayat 132: وَأْمُرْ اَهْلَكَ بِالصَّلٰوةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَاۗ لَا نَسْـَٔلُكَ رِزْقًاۗ نَحْنُ نَرْزُقُكَۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوٰى Artinya: Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan shalat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa (QS Thaha: 132). Ayat tersebut mengajarkan kepada kita bahwa shalat memerlukan kedisiplinan, keikhlasan, dan kesungguhan. Tanpa sabar, seseorang akan mudah lalai dari kewajiban ini.
Kedua, sabar dalam menjauhi maksiat. Dunia ini penuh dengan godaan yang dapat menjauhkan kita dari jalan Allah. Untuk menjauhi perbuatan dosa, kita memerlukan kesabaran yang kuat.
Ketiga, sabar menghadapi ujian dan musibah. Setiap manusia pasti diuji, baik dengan kehilangan harta, kesehatan, maupun orang yang dicintai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....