SD Naskat Mathias I Langgur, Cikal Bakal Pendidikan di Tanah Kei

  • 24 Jul 2026 13:40 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur – Jauh sebelum Indonesia merdeka, sebuah sekolah rakyat telah berdiri di Langgur dan menjadi cikal bakal pendidikan formal di Kepulauan Kei. Sekolah itu kini dikenal sebagai SD Naskat Mathias I Langgur, yang pada Januari 2027 akan memasuki usia ke-137 tahun.

Sejarah panjang sekolah tersebut disampaikan Kepala SD Naskat Mathias I Langgur, Veronika Rettob, saat peluncuran rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-137 sekolah itu di Katolik Center Langgur, Kamis (23/7/2026).

Menurut Veronika, sekolah yang awalnya bernama Sekolah Rakyat Langgur itu didirikan para misionaris Jesuit pada 1890, sekitar setahun setelah agama Katolik masuk ke wilayah Langgur. Kehadiran sekolah tersebut menjadi tonggak awal perkembangan pendidikan dasar di Tanah Kei.

"SD Naskat Mathias I Langgur yang awalnya dikenal dengan nama Sekolah Rakyat merupakan satuan pendidikan dasar pertama di Tanah Kei yang didirikan para misionaris Jesuit pada tahun 1890," kata Veronika.

Ia menjelaskan, kondisi Kepulauan Kei pada masa itu masih dipenuhi berbagai keterbatasan. Proses belajar mengajar belum dapat berlangsung secara rutin karena minimnya sarana dan dukungan yang tersedia.

Meski demikian, para misionaris tetap berupaya memperkenalkan pendidikan kepada masyarakat. Selain menjalankan misi penyebaran agama, mereka juga menanamkan pentingnya pendidikan sebagai sarana membangun kualitas hidup masyarakat.

Perkembangan pendidikan di Langgur semakin pesat setelah kedatangan para misionaris MSC pada 1903. Pengelolaan Sekolah Rakyat kemudian dilanjutkan oleh Pastor Mathias Neyens MSC bersama para pastor dan suster yang bertugas di wilayah tersebut.

Seiring bertambahnya jumlah peserta didik, sekolah-sekolah dasar mulai dibuka di sejumlah kampung di sekitar Langgur. Lembaga pendidikan lanjutan juga didirikan untuk menampung lulusan sekolah rakyat yang terus bertambah dari tahun ke tahun.

Memasuki era kemerdekaan, sistem pendidikan nasional mulai diterapkan. Sekolah Rakyat Langgur kemudian berubah menjadi SD Mathias Langgur yang berada di bawah naungan Yayasan Willibrordus sebelum berkembang menjadi beberapa satuan pendidikan di wilayah Kei dan Kota Tual.

"Keberadaan SD Mathias I tidak terlepas dari suka duka, jatuh bangun, serta semangat pengabdian para kepala sekolah dan guru yang terus berjuang memajukan pendidikan di Tanah Kei," ujarnya.

Menurut Veronika, perjalanan panjang sekolah tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Kei selama lebih dari satu abad. Semangat para pendiri dan pendidik terdahulu, menjadi warisan yang terus dijaga hingga sekarang.

Menjelang usia ke-137 tahun, SD Naskat Mathias I Langgur berupaya mempertahankan perannya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter generasi muda di Maluku Tenggara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....