Demam Nobar Piala Dunia Tetap Menjalankan Tugas Pokok
- 30 Jun 2026 12:13 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Musim Piala Dunia selalu punya suasana yang berbeda. Banyak orang rela begadang demi mendukung tim favoritnya, menonton pertandingan dramatis, atau sekadar ikut merasakan euforia sepak bola dunia. Dari fase grup sampai final, jam tidur sering jadi berantakan karena pertandingan berlangsung tengah malam hingga dini hari, terutama bagi penonton di Indonesia.
Masalahnya, kehidupan tetap berjalan seperti biasa di keesokan harinya. Tugas kantor menunggu, kuliah tetap berlangsung, dan aktivitas harian tidak ikut berhenti hanya karena semalam ada pertandingan besar. Oleh karena itu, penting untuk tahu cara menikmat piala dunia tanpa membuat produktivitas sehari-hari berantakan.
Selain itu, sejumlah pakar kesehatan nasional mengimbau meskipun tetap boleh begadang untuk nobar bola, asalkan diimbangi dengan strategi menjaga kesehatan tubuh. Mengingat kurang tidur dapat menurunkan imunitas dan memicu kelelahan, beberapa langkah praktis berikut perlu diterapkan.
"Begadang sesekali mungkin terasa biasa saja. Namun ketika dilakukan berulang selama berminggu-minggu, tubuh mulai menunjukkan dampaknya. Kurang tidur dapat memengaruhi konsentrasi, suasana hati, daya tahan tubuh, hingga kemampuan mengambil keputusan." Imbau Pakar Kesehatan Nasional
Orang dewasa idealnya tidur minimal tujuh hingga delapan jam setiap malam untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. Kurang tidur bisa meningkatkan risiko kelelahan, stres, dan penurunan performa kerja.
Mendukung tim favorit memang seru, apalagi saat pertandingan berlangsung hingga larut malam. Namun, jangan sampai semangat menonton membuat kesehatan terabaikan.
Dilain cerita, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara bersama Bank Maluku Malut menggelar acara nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 yang dipusatkan di Langgur. Imbauan dan arahan utama dari Pemkab menekankan bahwa acara nobar ini menjadi ruang hiburan publik yang dirancang untuk menggerakkan UMKM dan ekonomi kreatif daerah, sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat
Program ini juga sejalan dengan arahan pemerintah pusat melalui Menteri Dalam Negeri yang mendorong pemerintah daerah menciptakan berbagai kegiatan produktif untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan meningkatkan daya beli masyarakat.
Dengan persiapan yang terus dimatangkan, Nobar Piala Dunia 2026 di Maluku Tenggara diharapkan menjadi salah satu agenda terbesar di kawasan Kepulauan Kei, bukan hanya sebagai pesta sepak bola dunia, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi lokal yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....