Pedagang Tahu Tek Keluhkan Kelangkaan dan Mahalnya Minyak Tanah

  • 27 Jun 2026 11:52 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Tual - Kelangkaan dan mahalnya harga bahan bakar minyak (BBM) jenis minyak tanah turut dirasakan para pedagang makanan di Kota Tual. Kondisi tersebut semakin menambah beban pelaku usaha kecil yang sebelumnya juga harus menghadapi kenaikan harga gas elpiji non-subsidi.

Salah seorang pedagang Tahu Tek, Sulaika kepada rri.co.id (26/06/2026), mengaku membutuhkan sekitar lima liter minyak tanah untuk merebus lontong setiap hari. Namun dalam beberapa waktu terakhir, ia kesulitan memperoleh minyak tanah dengan harga normal karena pasokan yang terbatas.

"Sudah gas mahal, apalagi minyak tanah susah kalaupun dapat 40 sampai 45ribu 1 jerigen ini. Iya untuk masak lontongkan saya pake minyak tanah, kalo di gas semua ga sanggup saya mbak.., minyak tanah ini juga keliling-keliling karna kalo di pengecer kita harus pakai KTP", kata Zulaika.

Sulaika mengatakan, jika ia membeli dari orang yang ambil dipengecer, harga minyak tanah kini mencapai Rp40.000 hingga Rp45.000 per lima liter. Padahal sebelumnya, harga untuk jumlah yang sama berkisar antara Rp25.000 hingga Rp30.000, sehingga terjadi kenaikan yang cukup signifikan dan berdampak pada meningkatnya biaya operasional usahanya.

Menurut Sulaika, kenaikan harga gas elpiji non-subsidi yang disertai kelangkaan serta mahalnya minyak tanah membuat pedagang kecil semakin terbebani. Ia berharap pasokan minyak tanah dapat kembali normal dan harga dapat stabil agar para pelaku usaha kecil tetap mampu menjalankan usahanya tanpa harus terus menaikkan biaya produksi maupun harga jual kepada konsumen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....