Kompresor Kulkas Bekas Bisa Jadi "Harta Karun" di Tangan Kreatif
- 13 Mei 2026 17:08 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Banyak masyarakat yang terbiasa langsung membuang unit kulkas lama saat mengalami kerusakan total. Namun, di balik tumpukan limbah elektronik tersebut, terdapat satu komponen vital yang kini menjadi incaran para teknisi dan pegiat otomotif karena nilai ekonominya yang tinggi: kompresor kulkas.
Dilansir dari Netralnews.com, tren daur ulang barang elektronik yang kian meningkat membuat kompresor bekas kini tidak lagi dianggap sampah. Sebaliknya, komponen yang berfungsi sebagai "jantung" pendingin ini diburu karena dikenal murah, kuat, dan memiliki fungsi ganda setelah dimodifikasi.
Salah satu pemanfaatan paling populer adalah mengubah kompresor kulkas menjadi kompresor angin mini. Berbeda dengan kompresor pabrikan yang bising, kompresor hasil modifikasi ini memiliki suara yang jauh lebih halus (silent).
Potensi kompresor bekas ini bukan sekadar tren media sosial. Penelitian dari Universitas Nusantara PGRI Kediri mengonfirmasi bahwa mesin freezer atau kulkas dapat dimanfaatkan secara efektif menjadi alat kompresor sederhana untuk kebutuhan masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, riset dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo menunjukkan bahwa kompresor kulkas bekas mampu menghasilkan tekanan hingga sekitar 75 psi. Meski tidak sebesar kompresor industri, kekuatan ini dinilai sangat mumpuni untuk kebutuhan bengkel sederhana dan penggunaan sehari-hari yang hemat listrik.
Di pasar loak elektronik, permintaan terhadap kompresor yang masih normal tetap tinggi. Fenomena ini menciptakan rantai ekonomi baru, mulai dari pengepul khusus hingga teknisi modifikasi yang menjual kembali alat tersebut dalam bentuk siap pakai.
Pemanfaatan ini serupa dengan pengelolaan limbah otomotif seperti aki dan oli bekas yang telah lebih dulu memiliki nilai jual kembali. Dengan biaya pembuatan yang lebih murah dibanding membeli unit baru di toko, kompresor modifikasi ini menjadi solusi ekonomis bagi pelaku usaha kecil.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....