Musim Kemarau 2026 Terjadi Lebih Cepat karena Pengaruh El Nino
- 01 Mei 2026 15:15 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Forecaster Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) Maluku Tenggara, Muhamad Farhan mengatakan, periode musim kemarau tahun 2026 terjadi lebih cepat karena dipengaruhi fenomena El Nino. Pada fase normal, puncak musim kemarau biasa mulai terjadi pada akhir tahun di bulan Oktober. Namun pada tahun ini diprediksi mulai terjadi pada bulan Mei.
Muhamad mengatakan, kondisi El Nino Southern Oscillation (ENSO) menguat sejak Mei hingga Juli yang akan berdampak pada kekeringan panjang. Melalui prediksi ekstrim, sebagian ilmuwan mengungkapkan potensi El Nino super terjadi pada akhir 2026 yang dapat memicu rekor suhu panas tertinggi.
“Ada namanya pancaroba, perubahan dari musim hujan ke musim kemarau, yang biasanya terjadi di Mei, Juni, Juli, karena adanya fenomena El Nino, diperkirakan akan terjadi lebih cepat,” kata Muhamad.
Muhamad melanjutkan, beberapa wilayah di Indonesia telah memasuki musim kemarau ekstrim, salah satunya Provinsi Maluku Utara, Kalimantan, dan Sumatera. Fenomena ini akan menyebar ke seluruh Indonesia pada Juni dan Juli sampai akhir tahun 2026.
Selain kekeringan, dampak lain yang turut dirasakan yakni potensi kebakaran hutan dan lahan, serta penurunan drastis produksi pertanian. Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah dalam rangka mencegah perluasan dampak atas fenomena El Nino, diantaranya optimalisasi infrastruktur air, pembuatan sumur bor, hingga edukasi petani untuk beralih ke komoditas tahan kering.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....