Lomba Senam Anak Indonesia Hebat Jadi Tolok Ukur Program Sekolah di Malra

  • 27 Apr 2026 06:24 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Sebanyak 65 tim pelajar dari tiga jenjang pendidikan mengikuti lomba “Senam Anak Indonesia Hebat” di Landmark Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menjelang peringatan Hari Pendidikan Nasional, sekaligus uji penerapan program kebiasaan siswa di sekolah.

Peserta terdiri dari 15 tim PAUD/TK, 30 tim SD, dan 20 tim SMP. Masing-masing tim menampilkan variasi gerakan senam yang menggabungkan unsur kebugaran, kekompakan, dan kreativitas. Penilaian tidak hanya bertumpu pada teknik gerakan, tetapi juga kesesuaian dengan konsep kebiasaan hidup sehat yang dicanangkan pemerintah.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Maluku Tenggara, Bin Raudha Arif Hanubun, mengatakan lomba ini berkaitan langsung dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tentang “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”. Program tersebut mewajibkan satuan pendidikan membiasakan siswa menjalani pola hidup teratur, mulai dari bangun pagi hingga tidur tepat waktu.

“Tujuh kebiasaan itu meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. Senam pagi menjadi salah satu instrumen untuk membangun kebiasaan berolahraga,” kata Raudha.

Menurut Raudha, Dinas Pendidikan telah menindaklanjuti kebijakan tersebut dengan mengirimkan surat edaran ke seluruh sekolah agar melaksanakan senam pagi secara rutin. Implementasi program ini, tidak hanya dilihat dari kegiatan sesaat seperti lomba, tetapi dari konsistensi sekolah dalam menjalankannya setiap hari.

Dinas juga mulai melakukan pemantauan terhadap sekolah-sekolah yang menjalankan tujuh kebiasaan tersebut secara berkelanjutan. Sekolah yang dinilai konsisten akan dijadikan model bagi sekolah lain, sekaligus menjadi representasi daerah dalam kegiatan serupa di tingkat yang lebih tinggi.

Selain aspek kebijakan, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi tidak langsung terhadap keterlibatan siswa dan dukungan sekolah. Jumlah peserta yang mencapai puluhan tim menunjukkan tingkat partisipasi yang relatif tinggi, terutama dari jenjang sekolah dasar yang mendominasi keikutsertaan.

Di sisi lain, lomba ini memperlihatkan variasi kapasitas antar jenjang pendidikan. Tim dari PAUD/TK lebih menonjol pada aspek keceriaan dan dasar motorik, sementara tingkat SD dan SMP mulai menunjukkan kekompakan gerak dan eksplorasi koreografi.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah tidak hanya mendorong aspek kebugaran, tetapi juga menguji sejauh mana program kebiasaan siswa benar-benar diterapkan di lingkungan sekolah, bukan sekadar administratif.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....