Hari Malaria Sedunia: Upaya Global Memutus Rantai Penularan

  • 24 Apr 2026 20:34 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali memperingati Hari Malaria Sedunia yang jatuh setiap tanggal 25 April. Sejak ditetapkan pada tahun 2007, momentum ini menjadi seruan global untuk memperkuat komitmen dalam mengendalikan dan memberantas penyakit yang disebabkan oleh parasit Plasmodium tersebut. Hingga saat ini, malaria tetap menjadi ancaman kesehatan serius dengan catatan kasus mencapai lebih dari 200 juta orang terjangkit setiap tahunnya di berbagai belahan dunia.

Dilansir dari berbagai sumber, Penularan penyakit ini secara primer terjadi melalui gigitan nyamuk betina yang terinfeksi, khususnya spesies Anopheles. Namun, kewaspadaan juga perlu ditingkatkan terhadap metode penularan non-vektor lainnya. Selain melalui gigitan nyamuk, parasit ini diketahui dapat menular dari ibu ke bayi selama masa kehamilan atau persalinan, serta melalui prosedur transfusi darah yang tidak terproteksi. Kompleksitas penularan ini menuntut sistem deteksi dini yang lebih ketat di fasilitas kesehatan.

Secara klinis, malaria dapat berakibat fatal jika pasien tidak segera mendapatkan pengobatan medis yang tepat. Gejala awal sering kali menyerupai infeksi sistemik lainnya, seperti demam tinggi, menggigil, berkeringat secara berlebihan, hingga nyeri otot dan gangguan pencernaan berupa mual dan muntah. Para ahli menekankan bahwa keterlambatan diagnosis merupakan faktor utama tingginya angka mortalitas, sehingga edukasi mengenai pengenalan gejala awal menjadi pilar penting dalam kampanye tahunan ini.

Di tengah upaya pemberantasan ini, penelitian terbaru terus berkembang untuk memahami asal-usul dan adaptasi parasit. Temuan mengenai keberadaan parasit serupa pada kera memberikan perspektif baru bagi para ilmuwan tentang bagaimana malaria dapat menular ke manusia dan berevolusi. Melalui peringatan Hari Malaria Sedunia, diharapkan kolaborasi lintas sektor—baik dalam riset medis maupun intervensi lingkungan—dapat semakin solid demi mencapai target dunia bebas malaria di masa depan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....