Perjalanan Hidup Sang Proklamator Soekarno yang Jarang Diketahu
- 16 Apr 2026 12:07 WIB
- Tual
RRI.CO.ID,Langgur - Ir. Soekarno. Pria yang akrab disapa Bung Karno ini bukan sekadar presiden pertama, melainkan simbol perlawanan terhadap kolonialisme dan arsitek utama yang menyatukan ribuan pulau dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Soekarno Lahir di Surabaya pada 6 Juni 1901 dengan nama kecil Kusno Sosrodihardjo, ia kemudian lebih dikenal sebagai Soekarno. Ayahnya, Raden Soekemi Sosrodihardjo, dan ibunya, Ida Ayu Nyoman Rai, telah menanamkan nilai-nilai kebangsaan yang kuat sejak dini. Kelahirannya bertepatan pada saat fajar menyingsing membuatnya dijuluki sebagai "Putra Sang Fajar".
Soekarno adalah seorang intelektual cemerlang lulusan Technische Hoogeschool te Bandoeng (sekarang ITB). Ia memilih jalan terjal politik karena kepiawaiannya dalam berorasi membuatnya menjadi ancaman bagi pemerintah kolonial Belanda.
Akibat perlawanannya, Bung Karno berkali-kali mencicipi dinginnya sel penjara di Sukamiskin hingga pengasingan jauh di Ende (Flores) dan Bengkulu. Namun, di balik jeruji dan pengasingan itulah, pemikiran-pemikiran besar seperti Pancasila lahir dan matang.
| Baca juga: World Work From Home Day |
Puncak perjuangannya terjadi pada 17 Agustus 1945. Bersama Mohammad Hatta, Soekarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di tengah situasi dunia yang masih bergejolak. Sebagai presiden pertama, ia berhasil mempertahankan kedaulatan negara melalui jalur diplomasi maupun militer.
Di kancah internasional, karisma Bung Karno tak tertandingi. Ia menginisiasi Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 1955 di Bandung yang membangkitkan semangat kemerdekaan bangsa-bangsa di dua benua.
Dunia mengenalnya sebagai pemimpin yang berani menantang dominasi kekuatan besar dengan jargonnya yang terkenal, "Jasmerah" (Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah).
Akhir Perjalanan Sang Singa Podium
Setelah memimpin selama lebih dari dua dekade, kekuasaan Bung Karno mulai goyah pasca-peristiwa G30S tahun 1965. Ia akhirnya menyerahkan kekuasaan dan menghabiskan masa-masa terakhirnya sebagai tahanan rumah hingga wafat pada 21 Juni 1970.
Meskipun raganya telah tiada, semangatnya tetap hidup. Bung Karno meninggalkan warisan berupa ideologi Pancasila yang hingga kini menjadi pengikat keragaman bangsa Indonesia. Ia bukan hanya seorang presiden; ia adalah jiwa dari Indonesia itu sendiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....