DPRD Malra Dorong Peremajaan Kelapa untuk Dongkrak Ekonomi Kei Besar

  • 15 Apr 2026 17:24 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Potensi besar sektor perkebunan di Kepulauan Kei Besar masih belum dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong kesejahteraan masyarakat. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Maluku Tenggara, Irenius Omaratan, mendesak pemerintah daerah memprioritaskan pengembangan komoditas kelapa sebagai produk unggulan daerah.

Desakan itu disampaikan dalam rapat Panitia Khusus (Pansus) DPRD bersama Dinas Pertanian saat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025 di ruang Komisi II, Selasa (14/4/2026). Menurut Irenius, langkah tersebut penting mengingat Kepulauan Kei Besar memiliki sumber daya alam melimpah, khususnya di sektor pertanian dan perikanan.

“Kita dorong agar dilakukan peremajaan komoditi kelapa, karena hari ini harga kopra mencapai Rp13.000 per kilogram,” ujarnya

Irenius menilai pengembangan kelapa dapat memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat, karena seluruh bagian pohon kelapa memiliki nilai manfaat. Selain diolah menjadi kopra, hasil turunan kelapa seperti tempurung, daun, hingga batang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan ekonomi.

Politikus Partai Perindo itu juga menyoroti kebutuhan dasar petani di Kei Besar yang saat ini lebih membutuhkan bibit unggul ketimbang pupuk. Ia menegaskan distribusi bantuan pertanian harus dimulai dari penyediaan bibit, kemudian diikuti dengan dukungan pupuk untuk meningkatkan produktivitas.

“Untuk Kei Besar, dengan kondisi saat ini, yang harus didorong adalah peremajaan kelapa pada 2026 karena potensinya lebih besar,” ucapnya.

Lebih lanjut, Irenius meminta Dinas Pertanian agar meningkatkan koordinasi dengan DPRD sebelum menentukan jenis komoditas yang akan dikembangkan di masyarakat. Ia menilai anggota DPRD memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat sehingga dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan riil di setiap wilayah.

Tanpa perencanaan berbasis kebutuhan lokal, program pengembangan pertanian berisiko tidak tepat sasaran. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD menjadi faktor penting dalam memastikan keberhasilan pengembangan komoditas unggulan di Kei Besar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....