Mengenang Tragedi Titanic
- 14 Apr 2026 18:22 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Dunia kembali mengenang salah satu tragedi maritim paling ikonik dalam sejarah, yakni tenggelamnya kapal RMS Titanic. Kapal yang dirancang oleh arsitek Thomas Andrew ini pada masanya dinobatkan sebagai kapal terbesar dan termewah di dunia dengan panjang mencapai 883 kaki. Dengan teknologi 16 kompartemen kedap air, Titanic sempat diklaim sebagai kapal yang mustahil untuk tenggelam sebelum akhirnya memulai pelayaran perdana melintasi Samudra Atlantik pada 10 April 1912.
Namun, kejayaan tersebut berakhir tragis pada tengah malam 14 April 1912. Kapal gagal mengalihkan jalur saat berhadapan dengan gunung es, yang mengakibatkan robeknya lima ruang lambung kapal. Tekanan air yang masif membuat badan kapal terbelah menjadi dua dan kehilangan daya apungnya dalam waktu singkat. Ironisnya, kecanggihan teknologi saat itu tidak dibarengi dengan prosedur darurat yang memadai bagi ribuan penumpang di atasnya.
Data sejarah mencatat lebih dari 1.500 jiwa dinyatakan tewas, baik karena tenggelam maupun hipotermia di perairan dingin Atlantik Utara. Sementara itu, sekitar 700 penumpang berhasil selamat, yang mayoritas terdiri dari kelompok wanita dan anak-anak. Minimnya jumlah sekoci dan ketidaksiapan awak kapal dalam menghadapi situasi kritis menjadi catatan kelam yang selamanya mengubah standar keselamatan pelayaran internasional.
Guna menghormati para korban, tanggal 15 April ditetapkan sebagai Hari Peringatan Titanic yang dirayakan secara resmi di Amerika Serikat. Peringatan ini bukan sekadar mengenang kisah romansa Jack dan Rose dalam sinema, melainkan menjadi momentum refleksi global atas kerentanan manusia di hadapan kekuatan alam. Hingga saat ini, bangkai Titanic tetap bersemayam di dasar samudra sebagai monumen sejarah yang terus menarik perhatian dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....