Suster Maria Yamlean Soroti Pendekatan Humanis bagi Anak Disabilitas

  • 07 Apr 2026 20:39 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Pimpinan Panti Asuhan Bhakti Luhur Kei Kecil, Suster Maria Yamlean, menegaskan pendampingan terhadap anak berkebutuhan khusus tidak dapat hanya mengandalkan teori. Menurutnya, pendampingan harus lahir dari pengalaman langsung dalam kehidupan sehari-hari bersama anak-anak.

Hal tersebut disampaikan Suster Maria dalam kegiatan diskusi Pemberdayaan Kelompok Disabilitas yang digelar Yayasan Marhaen Maluku di Grand Vilia Hotel, Langgur, Selasa (7/4/2026). Kegiatan ini diikuti berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap isu pemberdayaan penyandang disabilitas di Maluku Tenggara dan Kota Tual.

Suster Maria mengatakan, kehadirannya sebagai narasumber bukan untuk memaparkan teori, melainkan berbagi pengalaman nyata selama mendampingi anak-anak di Panti Asuhan Bhakti Luhur. Ia menegaskan setiap anak memiliki kebutuhan yang berbeda, sehingga pendampingan harus dilakukan dengan pendekatan yang tepat dan penuh perhatian.

“Kami tidak berbicara teori, tetapi pengalaman nyata dalam mendampingi anak-anak setiap hari,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan pelayanan terhadap anak berkebutuhan khusus selama ini dilakukan secara berkelanjutan, baik di lingkungan panti maupun melalui kegiatan kunjungan ke masyarakat. Kegiatan tersebut menjangkau sejumlah wilayah di Kecamatan Kei Kecil dan sekitarnya, guna memastikan pendampingan dapat dilakukan secara merata dan berkesinambungan.

Suster Maria juga menyoroti perubahan istilah penyebutan dari istilah lama (anak cacat) yang dianggap kurang tepat menjadi “anak berkebutuhan khusus”. Menurutnya, perubahan ini guna membangun cara pandang yang lebih manusiawi dan menghargai martabat anak.

“Perubahan istilah ini penting agar kita lebih menghargai mereka sebagai manusia seutuhnya,” ucapnya.

Ia menambahkan, anak-anak yang didampingi memiliki ragam keterbatasan, baik intelektual, fisik, maupun sensorik. Namun demikian, mereka tetap memiliki hak yang sama untuk mendapatkan kasih sayang, perhatian, dan pendidikan yang layak dari lingkungan sekitar.

“Kita harus tahu bagaimana merawat dan mendidik mereka sejak dini,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....