BMKG Maluku Kembali Merilis Potensi Banjir Rob pada Awal April 2026

  • 30 Mar 2026 19:01 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maluku kembali merilis potensi banjir rob yang berpeluang terjadi di wilayah pesisir Maluku pada awal April 2026. Informasi ini disampaikan melalui Press Release Minggu 29 Maret 2026. Kepala BMKG Maluku, Mujahidin menyampaikan, potensi banjir pesisir dipicu adanya fenomena bulan purnama pada tanggal 2 April 2026 yang berpotensi menimbulkan ketinggian air laut maksimum.

Mujahidin menjelaskan, berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir rob berpotensi terjadi di beberapa wilayah pesisir Maluku diantaranya, pesisir Kota Ambon, pesisir Maluku Tengah, pesisir Seram Bagian Timur, pesisir Kepulauan Kei, pesisir Kepulauan Tanimbar dan pesisir Kepulauan Aru.

Forecaster BMKG Maluku Tenggara, Wilhelmina Paays, ketika dikonfirmasi rri.co.id pada Senin (30/3/2026) siang terkait hal ini mengatakan, potensi gelombang pasang dan banjir rob akan terjadi berbeda di tiap wilayah. Secara umum di wilayah Maluku terjadi pada periode 30 Maret hingga 10 April 2026.

“Masing-masing daerah berbeda, tapi untuk potensinya itu pada 30 Maret sampai 10 April tergantung wilayahnya, jadi untuk perairan Kepulauan Kei dan beberapa pesisir di wilayah Maluku itu ada di kisaran waktu tersebut,” kata Wihelmina.

Khusus di Kepulauan Kei, sebagian wilayah sudah menjadi langganan terjadinya banjir rob ini, salah satunya di area Pelabuhan Yos Sudarso hingga Pasar Maren Tual. Salah satu pedagang cemilan di area Pelabuhan Yos Sudarso, Siti Aulia Derwutubun mengemukakan, setiap tahun dirinya dan pedagang lainnya selalu dihadapkan dengan fenomena ini. Ketinggian banjir rob di area ini biasanya mencapai hingga betis orang dewasa, dan meluap hingga mendekati jalan utama. Ia meminta pemerintah agar tanggap terhadap hal ini karena sudah sering terjadi dan membawa kerugian bagi pedagang di wilayah tersebut.

“Air meluap sampai ke depan, kita belum ada persiapan, kami mohon dari pemerintah dan pihak yang menangani hal ini, bagaimana kiranya untuk bisa mengatasi ini, karena kalau air naik, orang jika tidak datang untuk belanja jadinya kami mengalami kerugian juga,” kata Siti.

Prediksi BMKG, banjir rob di pesisir Kepulauan Kei berpeluang terjadi pada 2 hingga 8 April dengan ketinggian air laut maksimum pada kisaran 2,2 hingga 2,5 meter. Masyarakat dihimbau agar tidak panik serta selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut serta memperhatikan update informasi cuaca yang dikeluarkan BMKG melalui platform informasi yang tersedia.

Potensi banjir rob secara umum akan berdampak terhadap aktifitas masyarakat terutama di sekitar pelabuhan dan pesisir seperti aktifitas bongkar muat di pelabuhan dan aktifitas di pemukiman pesisir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....