Potensi Banjir Rob di Wilayah Maluku

  • 14 Mar 2026 20:14 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur – Badan Meteorologi Klimtologi dan Geofisika (BMKG) Maluku mengeluarkan hasil analisa terkait potensi banjir pesisir atau rob di wilayah Maluku. Rilis ini menuyusul adanya fenomena bulan baru yang akan terjadi pada 19 Maret 2026 dan perigee pada 22 maret 2026 yang berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum.

Prakirawan BMKG Maluku Tenggara, William Kaseger, kepada rri.co.id Sabtu (14/3/2026) sore menyampaikan, potensi banjir pesisir juga dipicu aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang melintas di wilayah Indonesia bagian tengah, dan adanya aktivitas gelombang dengan frekuensi rendah dan gelombang kelvin dan gelombang rossby ekuatorial yang aktif, serta adanya daerah bertekanan rendah, terpantau berada di daratan Australia bagian utara, dan labilitas lokal yang kuat.

“Banjir rob di Maluku diakibatkan oleh beberapa faktor, yaitu adanya aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang aktif melintas di wilayah Indonesia bagian tengah, adanya aktivitas gelombang atmosfer, seperti gelombang low frequency, gelombang kelvin dan gelombang rossby ekuatorial yang aktif,” kata William.

William menambahkan, berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, banjir pesisir atau rob berpotensi terjadi di beberapa wilayah di Provinsi Maluku, seperti pesisir Kota Ambon, pesisir Maluku Tengah, pesisir Seram Bagian Timur, pesisir Kepulauan Kei, pesisir Kepulauan Aru, dan pesiisr Kepulauan Tanimbar.

Potensi gelombang pasang dan banjir pesisir ini berbeda waktu, hari, dan jam di tiap wilayah. Secara umum wilayah Maluku berpotensi mengalami banjir rob pada periode 15 hingga dua 27 Maret 2026. Kondisi ini secara umum berdampak pada aktifitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir, seperti aktifitas bongkar muat di pelabuha dan aktifitas di pemukiman pesisir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....