Semangat Penjual Batu BTN Mengais Rezeki di Bulan Ramadhan

  • 05 Mar 2026 19:42 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Tual - Meski dihadapkan dengan rangkaian ibadah di bulan suci Ramadhan, namun semangat para penjual batu di Jalan Raya BTN Indah Kota Tual, dalam mengais rezeki terus berjalan. Saat disambangi rri.co.id pada Kamis siang, para penjual batu tampak sibuk memilah jenis batu dan menumbuknya menjadi kerikil untuk dipajang di sepanjang Jalan Raya BTN dengan harga per karung sepuluh ribu rupiah.

Beberapa diantaranya mengemukakan, selama bulan Ramadhan aktifitas yang menguras keringat ini tetap dijalani sekalipun penjualan tidak selancar hari biasa. Salah satu penjual bernama Bandri Rahangiar mengaku, sekalipun penjualan batu di sepanjang Ramadhan relatif sepi, namun dirinya tetap menjalaninya karena menurutnya, rezeki masing-masing orang sudah ditetapkan sang pencipta dan berpuasa bukan menjadi alasan untuk tidak bekerja atau bermalas-malasan.

“Semangat, Allah maha melihat, jadi kita menunggu pembeli, jika belum ada juga aktivitas tetap jalan, masuk ibadah sholat Dzuhur kita istirahat, kalau penjualan ini tidak menentu jadi kita hanya menunggu,” kata Bandri.

Hal senada juga diungkapkan penjual lainnya, Sufat Borut, yang mengatakan bahwa selama Ramadhan ia harus pandai membagi waktu antara menumbuk dan menjual batu agar jam pulangnya tidak terlalu sore dan bisa menyiapkan menu berbuka untuk anggota keluarga.

“Kita tunggu sambil beraktivitas, jika lelah kita istirahat dulu lalu lanjut lagi, pasti beda antara sedang berpuasa dan tidak, kita kerja juga lokasinya di depan masjid jadi kalau jam sholat kita berhenti dulu, pintar-pintar bagi waktu,” tambah Borut.

Ungkapan serupa juga dijabarkan Siti Aisyah yang sudah berjualan batu sejak 2015. Ia mengaku sekalipun berat menjalaninya di bulan puasa namun tidak punya pilihan dan harus menjalaninya demi menunjang kebutuhan anggota keluarga meskipun pendapatan selama Ramadhan menurun drastis.

“Kita datang pagi, kalau bisa kita ayak sepuluh berarti sepuluh itu dalam sehari karena sambil puasa, nanti sore lagi begitu sampai jam pulang, kalau pendapatan dalam bulan puasa ini tidak tentu, malah ga jalan sama sekali, tapi ini semua demi kebutuhan keluarga,” pungkas Aisyah.

Berdasarkan pantauan yang dilakukan rri.co.id sepanjang area penjualan, para penjual batu mulai beraktifitas sejak pagi hari dan beristirahat jelang waktu berbuka. Kesemuanya berharap penjualan batu mereka kembali normal agar mereka mendapatkan keuntungan lebih yang disisihkan untuk kebutuhan Hari Raya Idul Fitri.

Sementara terkait harga batu, mereka berharap kedepan ada kesepakatan untuk dapat dinaikkan karena harga yang berlaku saat ini yakni sepuluh ribu rupiah per karung dianggap sudah tidak relevan dengan kondisi pasar saat ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....