Perubahan Iklim Menjadi Pemicu Fluktuasi Harga Ikan di Pasar Tual

  • 05 Mar 2026 15:00 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Tual - Nelayan Lokal di Kota Tual, Samiun Rusbal yang berdomisili di Ohoi Fiditan Kecamatan Dullah Selatan mengaku, fluktuasi harga komoditas perikanan sering dipengaruhi perubahan iklim dan akses Lokasi tangkap yang cukup jauh dari Kota, Kamis (5/3/2026).

“Kami biasanya menjaring atau mancing sampai 2 malam, di Pulau Sepuluh atau kami ke Pulau Tayando, lalu hasil yang didapat kami kembali dan jual”, ucap Samiun.

Samiun mengungkapkan, terkait pelayanan konsumen khusus di Kota Tual, terdapat komoditas dari jenis Ikan Kakap Putih (Sekuda), Baronang (Semandar), Belanak (Bolana), hingga Tongkol harganya bervariasi, dari harga Rp. 50.000 hingga Rp. 100.000 per tumpuk.

Samiun juga menekankan, jangkauan lokasi tangkap yang jauh , yakni antara Kota Tual ke Kecamatan Tayando sejauh 250 Mil, namun alat tangkap yang digunakan masih bersifat tradisional, diantaranya jaring dan alat pancing yang dibeli dari Modal sendiri.

“Saya sudah 10 tahun menjadi Nelayan, setiap kali didata Dinas Perikanan, tapi sama saja, seng pernah dapat bantuan, padahal bilang nanti dapat bantuan”, tegasnya.

Samiun minta Dinas Teknis selektif terhadap penerima bantuan, sesuai data riil, dan bantuan harus bergulir ke Penerima, untuk menjadi perhatian Pemerintah terhadap nelayan lokal yang mengantungkan hidupnya pada bidang perikanan.

“Saya berharap ke Pemerintah tolong bantu kami nelayan kecil, jangan kasih mereka yang dikasih bantuan tapi tidak maksimal menggunakan bantuan yang dikasih”, ujarnya.

Sementara di pasar langgur komidi ikan teri kakap, belanak dan baronang bervariasi harganya, dengan harga teri pertumpuk 20 ribu rupiah, kakap putih 25 ribu rupiah sampai 100 ribu per tumpuk, kakap merah 150 ribu dan jenis tenggiri(Barauca), , mencapai 250 ribu hingga 300 ribu rupiah.

Rekomendasi Berita