Sejarah dan Makna di Balik Hari Margasatwa Sedunia

  • 03 Mar 2026 04:26 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID. Langgur - Setiap tanggal 3 Maret, dunia merayakan Hari Margasatwa Sedunia sebagai bentuk penghormatan terhadap kekayaan flora dan fauna global. Perayaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan keragaman hayati yang kian terancam. Fokus utamanya adalah mengedukasi publik mengenai manfaat perlindungan alam bagi keberlangsungan hidup manusia dan keseimbangan ekosistem bumi.

Dilansir dari berbagai sumber, sejarah hari besar ini bermula pada 3 Maret 1973, saat disetujuinya Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Satwa dan Tumbuhan Liar Terancam Punah (CITES). Konvensi ini merupakan perjanjian internasional yang bertujuan memastikan bahwa perdagangan spesimen hewan dan tumbuhan liar tidak mengancam kelangsungan hidup mereka. Tanggal bersejarah tersebut kemudian menjadi fondasi kuat bagi gerakan perlindungan konservasi di tingkat global.

Langkah formal menuju perayaan global terjadi pada sidang ke-68 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) tanggal 20 Desember 2013. Melalui resolusi tersebut, PBB secara resmi menetapkan 3 Maret sebagai Hari Margasatwa Sedunia. Thailand merupakan negara yang mengusulkan penetapan ini dengan tujuan merayakan keindahan margasatwa sekaligus mengingatkan dunia akan urgensi memerangi kejahatan terhadap satwa liar yang memiliki dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang luas.

Hingga saat ini, Hari Margasatwa Sedunia terus berkembang menjadi platform global yang menyoroti berbagai isu krusial, mulai dari perubahan iklim hingga perburuan liar. Setiap tahunnya, tema yang diangkat selalu berganti untuk memfokuskan perhatian pada spesies atau ekosistem tertentu yang membutuhkan penanganan darurat. Melalui peringatan ini, diharapkan kolaborasi lintas negara dapat semakin kuat dalam menjaga warisan alam untuk generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....