Warga Rerean: Kami Butuh Tanggul Penahan Ombak

  • 22 Feb 2026 11:13 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, LANGGUR - Belum adanya perhatian serius dari Pemerintah Daerah terhadap kebutuhan pembangunan tanggul penahan ombak di Desa Rerean Kecamatan Kei Besar Selatan Barat Kabupaten Maluku Tenggara menuai protes dari warga. Mereka menilai belum ada langkah konkret dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Maluku Tenggara untuk merealisasikan pembangunan infrastruktur tersebut.

Demikian ungkapan dari salah satu Warga Desa Rerean Bravo, ketika dihubungi Via messenger terkait unggahan dalam postingannya di media sosialnya Bernama “Ardianus Reymas Bravo” dengan caption “tidak ada perhatian pemerintah”

Ia menyampaikan bahwa setiap musim angin kencang dan gelombang tinggi, air laut kerap meluap hingga mendekati permukiman. Kondisi ini tidak hanya mengancam rumah - rumah warga yang berada di pesisir, tetapi juga fasilitas umum serta akses jalan desa. Mereka khawatir jika tidak segera dibangun tanggul penahan ombak, abrasi pantai akan semakin parah dan berpotensi menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Bravo Rerean menjelaskan usulan pembangunan tanggul sudah beberapa kali disampaikan melalui pemerintah desa hingga ke tingkat kabupaten. Namun, hingga kini belum ada realisasi maupun kejelasan waktu pelaksanaan.

“Kami sudah menyampaikan permohonan sejak beberapa tahun terakhir, tetapi belum ada tindak lanjut yang nyata. Padahal kondisi ini sangat mendesak karena menyangkut keselamatan kami” ujarnya melalui messenger sabtu(21/02/2026).

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara melalui BPBD segera melakukan survei lapangan dan memasukkan pembangunan tanggul penahan ombak ke dalam program prioritas daerah. Selain sebagai langkah mitigasi bencana, pembangunan tanggul juga dinilai penting untuk melindungi aset warga dan menjaga keberlangsungan aktivitas sosial serta ekonomi masyarakat pesisir.

Warga Desa Rerean menegaskan bahwa perhatian dan tindakan cepat dari pemerintah sangat dibutuhkan agar potensi bencana akibat gelombang pasang tidak semakin mengancam kehidupan mereka di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....