Panduan Sukses Budidaya Cabe Rawit Bagi Petani

  • 19 Feb 2026 10:39 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Dalam upaya meningkatkan produktivitas pangan lokal, Dinas Pertanian Kota Tual melalui staf bidang pertanian, Frans Bonyaktutul, A.Md, merilis panduan komprehensif mengenai teknik budidaya cabe rawit yang efektif. Panduan ini dimulai dari tahapan paling krusial, yaitu penyemaian bibit. Petani disarankan merendam benih dalam air hangat selama 3-6 jam sebelum disemai di media campuran tanah, kompos, dan sekam. Proses semai ini membutuhkan waktu sekitar 20 hingga 30 hari atau hingga bibit tumbuh memiliki 4-6 helai daun.

Tahapan selanjutnya berfokus pada persiapan dan pengolahan lahan yang matang. Lahan harus dibersihkan dari gulma dan diberikan pengapuran dengan dolomit untuk menyeimbangkan pH tanah ke angka ideal 6-7. Setelah itu, dibuat bedengan berukuran 1 re x a 50cm yang ditutup mulsa plastik hitam perak. Pengolahan tanah juga melibatkan pemberian pupuk dasar berupa 1 kg kompos atau pupuk kandang serta 20-30 gram NPK per lubang tanam, yang kemudian didiamkan selama satu minggu sebelum bibit dipindahkan.

Proses penanaman dilakukan dengan memindahkan bibit yang telah berumur 20-25 hari ke lubang tanam dengan jarak ideal 50-60 cm. Setelah ditanam, penyiraman segera dilakukan untuk memastikan kelembapan. Untuk menjaga kualitas pertumbuhan, pemupukan susulan wajib diberikan setiap dua minggu sekali menggunakan kombinasi NPK 16.16.16, pupuk organik cair, serta urea dengan dosis yang disesuaikan menurut usia tanaman.

Bonyaktutul menambahkan, selain nutrisi, aspek perawatan tanaman dan pencegahan hama menjadi kunci keberhasilan panen. Petani diingatkan untuk melakukan perempelan (penyulaman) serta membuang daun yang rusak guna mencegah penyebaran penyakit seperti ulat atau antraknosa (patek). Penggunaan pestisida nabati atau kimiawi disarankan sesuai dengan tingkat serangan hama di lapangan agar tanaman tetap sehat hingga memasuki masa produktif.

Terakhir, cabe rawit biasanya siap dipanen sekitar 20 hari setelah masa tanam awal (tergantung varietas dan cuaca) dengan siklus pemetikan rutin setiap 2-5 hari sekali. Untuk mendukung kesejahteraan ekonomi petani, pemasaran hasil panen dapat dilakukan melalui berbagai kanal, mulai dari pasar tradisional, melalui pengumpul, hingga menyasar pasar ritel modern. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian pangan di wilayah Kota Tual.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....