Mengenang Momentum Bersejarah Di Abu Dhabi
- 03 Feb 2026 20:42 WIB
- Tual
RRI.CO.ID. Langgur - Setiap tanggal 4 Februari, masyarakat global memperingati Hari Persaudaraan Manusia Internasional sebagai simbol komitmen dunia dalam mewujudkan harmoni dan kedamaian yang berkelanjutan. Peringatan ini resmi ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Resolusi 75/200 pada Desember 2020. Sejak pertama kali dirayakan pada tahun 2021, hari besar ini menjadi platform global untuk mempromosikan dialog antar agama dan antar budaya guna mengatasi tantangan intoleransi yang masih membayangi berbagai belahan dunia.
Dilnsir dari berbagai sumber, pemilihan tanggal 4 Februari bukanlah tanpa alasan, melainkan untuk mengenang pertemuan bersejarah di Abu Dhabi pada tahun 2019. Saat itu, dua tokoh agama besar dunia, Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar Ahmad al-Tayyib, menandatangani dokumen "Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Bersama". Dokumen tersebut menjadi fondasi utama bagi PBB untuk menetapkan sebuah hari khusus yang merayakan nilai-nilai kemanusiaan di atas perbedaan keyakinan dan latar belakang budaya.
Dalam implementasinya, Majelis Umum PBB mengundang seluruh negara anggota, organisasi internasional, hingga sektor swasta untuk turut serta memeriahkan peringatan ini dengan cara yang paling relevan. Fokus utamanya adalah memobilisasi upaya masyarakat internasional dalam memajukan sikap toleransi, inklusi, dan solidaritas. PBB menekankan bahwa keberagaman bukanlah penghalang, melainkan aset penting dalam mencapai target pembangunan berkelanjutan dan menjaga stabilitas keamanan global di masa depan.
Melalui perayaan tahunan ini, dunia diharapkan mampu memperkuat budaya damai yang inklusif di tengah dinamika zaman yang kian kompleks. Peringatan ini mengajak setiap individu untuk merefleksikan pentingnya saling ketergantungan dan kerja sama antar sesama manusia tanpa memandang identitas. Dengan semangat persaudaraan yang terus dipupuk, Hari Persaudaraan Manusia Internasional menjadi pengingat bahwa dialog yang tulus adalah kunci utama untuk meredam konflik dan membangun kehidupan yang harmonis bagi generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....