Tenggelamnya W - 9 Dan Jatuhnya Pertahanan Sekutu
- 01 Feb 2026 19:00 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Pertempuran sengit di Pulau Ambon mencapai puncaknya pada awal Februari 1942, menandai babak krusial ekspansi Jepang di wilayah Maluku. Pada pagi hari tanggal 2 Februari 1942, sebuah insiden besar terjadi di Teluk Ambon ketika kapal penyapu ranjau Jepang, W-9, hancur dan tenggelam setelah menghantam ranjau laut yang dipasang oleh pasukan Belanda. Peristiwa ini memicu eskalasi serangan besar-besaran dari pihak Kekaisaran Jepang sebagai bentuk balasan atas kerugian armada mereka di perairan tersebut.
Dikutip dari berbagai sumber, Serangan darat Jepang kemudian difokuskan pada posisi pertahanan Australia di dataran tinggi Nona yang dipimpin oleh Letnan Bill Jinkins. Di bawah tekanan tembakan yang intens, pasukan Jinkins terpaksa mundur ke wilayah Amahusu. Meski upaya negosiasi gencatan senjata sempat diupayakan, Jepang justru meningkatkan intensitas serangan baik dari udara maupun laut. Kondisi yang kian terjepit memaksa pasukan Sekutu, yang terdiri dari kombinasi tentara Belanda dan Australia, untuk secara resmi menyerah pada tanggal 3 Februari 1942.
Kemenangan Jepang di Ambon menyisakan catatan kelam bagi sejarah militer dunia. Pasca-penyerahan, Jepang melakukan eksekusi massal terhadap ratusan tawanan perang sebagai tindakan represif atas tenggelamnya kapal W-9. Jatuhnya Ambon tidak hanya memperkuat kendali Jepang atas wilayah Indonesia Timur, tetapi juga menjadi peringatan serius bagi Australia akan ancaman invasi Jepang yang semakin mendekat ke kawasan Pasifik Selatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....