Sya'ban menjadi jembatan paling dekat menuju Ramadhan
- 23 Jan 2026 21:45 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Sya'ban merupakan bulan di antara Rajab dan Ramadhan, sehingga Sya'ban menjadi jembatan paling dekat menuju Ramadhan. Di bulan ini juga sangat strategis, karena menjadikan puncak latihan mental dan spiritual bagi umat Islam menghadapi puasa Ramadhan. Maka dari itu, sudah sepantasnya, seluruh umat Islam mulai fokus mempersiapkan diri menuju Ramadhan. Jika Rajab merupakan awalan, maka Sya'ban adalah titik bulatnya.
Pada hari yang penuh berkah ini, khatib menyeru kepada jamaah Jumat sekalian, untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah swt. Yakni menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena dengan takwa tersebut, kita diberikan jalan keluar setiap perkara yang kita hadapi. Dan dengan takwa juga kita dilimpahi rezeki yang tidak kita sangka-sangka. Sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat At-Thalaq Ayat 2 dan 3:
Demikian penggalan bait dituturkan ust. Tibrani A. Renhoran. S.Pdi, mengawali khutbahnya pada sholat jum’at (23/1/2026) di masjid agung Raudhah Kabupaten Maluku Tenggara.
Dipaparkan Renhoran, saat ini kita berada di bulan Sya'ban, bulan yang sering kali dilupakan oleh banyak orang, padahal bulan ini memiliki keutamaan yang besar. Rasulullah saw bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Usamah bin Zaid:
"Ya Rasulullah, aku tidak pernah melihat engkau banyak berpuasa sebagaimana engkau berpuasa di bulan Sya'ban?" Beliau bersabda, 'Itu adalah bulan yang dilupakan oleh banyak manusia, antara Rajab dan Ramadhan. Ia adalah bulan diangkatnya amalan-amalan kepada Rabb semesta alam, dan aku ingin ketika amalanku diangkat, aku dalam keadaan berpuasa" (HR An-Nasa'i dan Ahmad).
Dijelaskan, hadits ini menunjukkan betapa istimewanya bulan Sya'ban. Rasulullah saw banyak berpuasa di bulan ini sebagai pengajaran kepada umatnya untuk persiapan menuju Ramadhan. Oleh karena itu, kita sebagai umatnya juga harus mengikuti jejak beliau dengan meningkatkan ibadah, memperbanyak amal kebaikan dan mempersiapkan diri secara lahir maupun batin.
Pada bulan ini kita bisa memaksimalkan dan mempersiapkan spiritual menjelang Ramadhan: Pertama, meningkatkan kualitas ibadah. Bulan Sya'ban adalah waktu yang tepat untuk melatih diri dalam meningkatkan ibadah. Jika selama ini kita kurang dalam membaca Al-Qur'an, maka mulai sekarang kita biasakan membaca dan memahami maknanya. Jika shalat kita sering lalai, maka ini saatnya kita lebih disiplin. Jika kita jarang berdoa dan berdzikir, maka mari kita biasakan dari sekarang.
Kedua, memperbanyak puasa sunnah. Rasulullah saw sering berpuasa di bulan Sya'ban sebagai suri tauladan bagi umatnya, untuk latihan sebelum masuk Ramadhan. Ini juga membantu kita menyesuaikan diri dengan ritme puasa agar saat Ramadhan tiba, kita lebih siap menjalankannya dengan ikhlas dan penuh semangat.
Ketiga, memohon ampunan kepada Allah. Salah satu cara mempersiapkan diri adalah dengan memperbanyak istighfar dan bertaubat. Ramadhan adalah bulan pengampunan, dan kita harus masuk ke dalamnya dengan hati yang bersih dari dosa-dosa.
Keempat, melatih kesabaran dan menjaga lisan. Bulan Sya'ban adalah kesempatan untuk membiasakan diri menahan amarah, menghindari ghibah, dan berkata baik. Jika kita sudah terbiasa sejak Sya'ban, maka saat Ramadhan kita akan lebih mudah mengendalikan diri.
Selain persiapan spiritual kata Renhoran, kita juga perlu mempersiapkan diri secara fisik dan sosial dalam menyambut Ramadhan, seperti menjaga kesehatan. Ramadhan adalah bulan ibadah yang membutuhkan fisik yang kuat. Oleh karena itu, kita harus mulai menjaga pola makan, mengatur waktu tidur, dan berolahraga agar tubuh tetap sehat dan bugar.
Selanjutnya kita juga harus mempersiapkan ilmu pengetahuan tentang berpuasa. Bisa dengan nemahami fiqih puasa, hukum-hukum terkait Ramadhan, dan keutamaan ibadah di bulan suci. Karena dengan itu wawasan literasi kita lebih mendalam, sehingga banyak amalan Ramadhan yang bisa kita jalankan secara sempurna.
Diakhir Khutbahnya ust.Tibrani Renhoran mengajak para jamaah agar memperbanyak membaca kitabnya para ulama, membaca buku tentang Ramadhan, menghadiri majelis ilmu, dan mendengarkan kajian agar kita lebih siap menjalankan ibadah dengan penuh pemahaman.
Selanjutnya, kita juga harus meningkatkan kepedulian sosial. Karena Ramadhan adalah bulan berbagi, maka mulai dari sekarang, kita biasakan bersedekah, membantu sesama manusia, dan meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan kita. Dengan begitu, kita akan memasuki Ramadhan dengan hati yang lebih dermawan dan siap berbagi dengan mereka yang membutuhkan.
“Marilah kita manfaatkan bulan Sya'ban ini dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai kita lalai sehingga masuk Ramadhan tanpa persiapan. Semoga Allah memberikan kita kesempatan untuk bertemu dengan Ramadhan dalam keadaan sehat, beriman, dan siap untuk beribadah dengan maksimal. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.” Tutupnya
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....