Meneladani Akhlak Rasulullah SAW
- 22 Okt 2025 16:12 WIB
- Tual
KBRN, Langgur : Saat ini kita suda berada di bulan rabiul akhir 1447 H, dimana kita masih berada di dalam bulan-bulan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.
Memperingati hari kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW merupakan refleksi kecintaan dan kerinduan umatnya kepada Nabi Besar Muhammad SAW.
Nabi Besar
Muhammad SAW diutus sebagai pembawa rahmat bagi seru sekalian Alam. Allah SWT berfirman; Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (Q5. At. Antiya:)
Demikian yang diterangkan ustadz, Usman Matdoan dalam khutbah sholat Jum’at (17/10/2025) di masjid Al-Ikhlas Islamic Center kota Tual. “Jamaah kaum muslimin yang dirahmati Allah SWT Salah satu misi utama yang dibawah oleh Nabi Besar Muhammad SAW adalah untuk memperbaiki ahlak dan perangai umat manusia, hal ini sejalan dengan Sabda Beliau SAW,"Sesungguhnya Aku di utus untuk memparbaiki Ahlak umat manusia" Terangnya
Ust.Matdoan mengatakan, salah satu hikma yang wajib kita teladani dalam kehidupan Rasullullah SAW adalah mengikuti kemuliaan dan ketinggian perangai serta ahlak yang Beliau ajaran dan contohkan.
Memuji dan memuliahkan ketinggian Ahlak dan Peranginya, hal ini sesuai penegasan Allah SWT sebagai mana disebutkan dalam firman_nya Al-Qur" an S. Al-Qalam (4)
Artinya"Sesungguhnya Engkau Benar-benar Berbudi Pekerti yang luhur" (Q. S.
A1-Qalam : 4) -
Dan diantara sekian banyak perangai ahlaq yang muliah itu adalah Beliau SAW memiliki perasaan malu yang sangat tinggi, sebagai mana disebutkan dalam Kitab Barajanji, untuk itu kita kaum muslimin sebagai umatnaya diperintahkan untuk selalu merasa malu atas tindakan serta prilaku yang bertantangan dengan ajaran serta misi yang di sampaikan oleh Nabi Besar Muhammad SAW "Wakana Syadidul Haya"
Sebab budaya malu dapat membentuk pola dan prilaku umat islam menjadi umat yang berprestasi dan memiliki misi ke depan yang cerah melalui komitmen dan kerja keras
Rasullah SAW diutus sebagai suri teladan dan pemberi contoh yang sempurnya, Allah SWI menyebukan hal tersebut dalam firman Nya (Q. S.Al-Ahzab : 21)
Sebagai umat Nabi Besar Muhammad SAW kita dipertahankan untuk mengikuti segalah yang diperintahkan Oleh Nabi Muhammad SAW dan meninggalkan apa yang menjadi larangannya, Allah SWT mengegaskan hal ini dalam firman_Nya:
Artinya: apa yang diberikan Rasul Kepadamu maka terimalah dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah dan bertakwalah kepada Allah,
sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya (Q. S. Al-Hasir : 7)
Lanjutnya, Allah SWT mengingatkan kepada kita bahwa betapa begitu tingginya rasa cinta dan kasih sayang Rasulillah Muhammad SAW kepada umatnya, Allah SWT mengingatkan dalam firman_Nya. Artinya: Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaum sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami (Dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman (Q.S. At-Taubah : 128)
Sebagai orang beriman, bahwa syarat utama mencitai dan di cintai Allah SWT dan mendapatkan pengampunan Allah SWT adalah dengan mengikuti Rasulullah SAW, Allah SWT menginagatkan hal tersebut dalam firman-Nya
Diakhir khutbanhya, Ust. Matdoan,melalui ayat-ayat Allah yang muliah serta agung yang telah dibacakan, mengingatkan kepada kaum muslimin bahwa begitu besarnya rasa cinta dan kasih sayang Rasullah SAW kepada kaum muslimin sebagai umat beliau, maka kita diwajibkan dan diingatkan agar senantiasa bershasalawat kepada Rasulullah SWT sebagai bentuk rasa cinta dan kerinduan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....